Rabu, 29 September 2010 10:40 WIB Ekonomi Share :

Banggar DPR tetap tolak kenaikan TDL

Jakarta–Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetap menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun depan. Banggar tetap berpegang pada hasil keputusan rapat kerja antara Komisi VII DPR dengan pemerintah yang diwakili oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

“Menteri ESDM adalah representatif pemerintah. Dasar Banggar bekerja sesuai UU yaitu menjadikan hasil rapat Komisi VII sebagai acuan. Jadi Banggar setuju untuk menolak kenaikan TDL pada tahun depan,” ujar Ketua Banggar DPR, Melchias Marcus Mekeng saat berbincang, Selasa (29/9).

Melchias mengakui hingga saat ini tarif listrik yang berlaku di Indonesia memang masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Namun, lanjut dia, rendahnya tarif listrik tersebut disebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

“Inikan harus disubsidi karena rakyat adalah kontributor terbesar penerimaan negara melalui pajak,” jelasnya.

Melchias merasa khawatir jika kenaikan TDL dilakukan pada tahun depan maka akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung kepada daya beli masyarakat tersebut.

“Misalnya pada pelanggan industri. Ini akan membuat biaya produksi yang mereka keluarkan naik dan tentu saja ini menyebabkan harga barang-barang di pasar akan naik,” paparnya.

Untuk itu, Ia meminta pemerintah lebih mendorong efisiensi di tubuh PT PLN (Persero) dibanding memilih opsi menaikkan TDL pada tahun depan.

“Percuma kalau PLN ini terus dikasih subsidi dan TDL terus naik, tapi kualitasnya tidak optimal. Efisiensi di PLN harus ditingkatkan,” jelasnya.

Bahkan kalau perlu, lanjut dia, defisit anggaran dinaikkan daripada kenaikan tarif listrik dilakukan tahun depan. “Defisit dinaikkan untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Kalau litsrik tidak naik, itu kan ada defisit Rp 14 triliun. Itu bisa ditutup dari pinjaman dalam negeri,” tambahnya.

Pemerintah dan DPR dalam rapat pekan lalu telah memutuskan untuk membatalkan rencana kenaikan TDL di tahun 2011. Namun menteri Keuangan Agus Martowardojo bersikukuh mengajukan kenaikan TDL di 2011 dengan alasan jika TDL tidak dinaikkan akan memberikan risiko fiskal mengingat subsidi yang semakin besar.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…