Rabu, 29 September 2010 13:49 WIB Internasional Share :

AS terapkan syarat lebih berat pada Pakistan

Washington–Pemerintah Amerika Serikat akan menetapkan syarat-syarat yang lebih berat terhadap negara-negara yang menerima bantuan AS.

Salah satu negara penerima bantuan AS, Pakistan, didesak untuk meningkatkan pajak atas warganya yang bergelimang harta jika masih tetap ingin menerima bantuan keuangan AS.

“Negara-negara yang tidak akan memungut pajak atas elit-elit mereka namun mengharapkan kami masuk dan membantu rakyat mereka, tidak akan mendapatkan bantuan dari kami seperti yang telah mereka terima selama ini,” tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton dalam konferensi U.S. Global Leadership Coalition.

“Pakistan tidak bisa memiliki tingkat pajak 9 persen dari PDB saat para pemilik tanah dan semua elit lainnya tidak membayar apapun atau membayar sangat sedikit, dan ketika ada masalah semua orang mengharapkan AS dan lainnya masuk dan membantu,” tutur mantan ibu negara AS itu.

Dikatakan istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut, pemerintah Pakistan saat ini tengah menyusun kebijakan pajak baru atas desakan pemerintah AS.

Saat ini, para pemilik tanah yang masuk dalam elit politik Pakistan cuma membayar sedikit pajak atau bahkan tidak sama sekali.

Pemerintah AS telah menjanjikan miliaran dolar AS sebagai bantuan untuk Pakistan sejak Presiden Barack Obama memimpin. Washington juga menjanjikan dana ratusan juta dolar lainnya setelah Pakistan dilanda banjir besar. Bantuan non-militer AS untuk Pakistan kira-kira mencapai US$ 1,5 miliar per tahun.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…