Rabu, 29 September 2010 10:23 WIB Kesehatan Share :

Air garam untuk menyembuhkan pilek

Jakarta–Pilek adalah penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Meski dapat sembuh dengan sendirinya, berkumur dengan larutan garam dapat mengatasi gejala-gejala yang menyertainya, seperti batuk dan sakit tenggorokan.

Namun jika tidak ingin terlalu tergantung pada obat-obatan, ada cara untuk meredakan gejala pilek (common cold) seperti batuk, bersin-bersin dan sakit tenggorokan. Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana, cukup menggunakan garam dapur saja.

Dikutip dari NY Times, Rabu (29/9), larutan garam dapur bersifat menarik cairan sehingga bisa mengeluarkan kelebihan cairan di daerah tenggorokan yang mengalami radang. Bukan hanya akan mengurangi radang, garam juga akan meredakan rasa sakit yang ditimbulkannya.

Selain itu, larutan garam juga akan mengencerkan lendir maupun dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Lendir yang encer akan mudah dikeluarkan, sehingga bisa membawa zat-zat penyebab alergi dan bahkan jamur atau bakteri jika ada infeksi.

Tips tersebut terbukti manjur dalam pengujian acak terhadap 400 penderita pilek di Amerika. Dalam pengamatan selama musim dingin yang berlangsung 60 hari, partisipan yang berkumur dengan larutan garam 3 kali sehari mengalami penurunan gejala infeksi saluran pernapasan atas sebanyak 40 persen.

Penelitian tersebut pernah dipublikasikan dalam terbitan The American Journal of Preventive Medicine pada tahun 2005.

Untuk hasil terbaik, para ahli dari Mayo Clinic menyarankan agar setengah sendok teh dilarutkan dalam secangkir penuh air hangat. Gunakan untuk berkumur selama beberapa detik sebelum dikeluarkan, lakukan sebanyak tiga kali sehari.

Jika tidak suka dengan rasanya yang terlalu asin, garam bisa diganti dengan lemon atau madu. Khasiatnya sama dan tidak perlu dikeluarkan, bisa langsung ditelan setelah berkumur.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…