Selasa, 28 September 2010 17:24 WIB Wonogiri Share :

Soal cukur gundul 25 siswa SD, Disdik klarifikasi pihak sekolah

Wonogiri (Espos) — Aksi cukur gundul 25 siswa SDN 1 Ngadirojo, Wonogiri untuk syukuran kemenangan alumnusnya, Danar Rahmanto di Pilkada 2010 akhirnya berbuntut panjang. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, Suparno turun tangan mengklarifikasi masalah tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/9), Suparno mengaku prihatin dengan aksi tersebut. Dia mengatakan akan mendatangi sendiri sekolah dimaksud dan meminta klarifikasi ke kepala sekolah, guru-guru, termasuk kepala unit pelaksana teknis (UPT) Disdik Kecamatan Ngadirojo.

“Saya perlu mengklarifikasi dulu, apa sebenarnya motif di balik acara itu? Mengapa kepala sekolah berani memberikan izin? Sudah izin ke UPT atau belum? Kenapa kok anak-anak diperdaya seperti itu?” ujarnya.

Suparno mengatakan cukur rambut untuk anak sekolah ada ketentuan dan di dalamnya tidak termasuk cukur gundul. Menurut Suparno, potongan rambut anak sekolah mengikuti pola tertentu, minimal seperti militer. Tapi tidak boleh cukur pelontos, apalagi sampai diberi tulisan.

Sementara itu, Kepala UPT Disdik Kecamatan Wonogiri, Suratun, saat dihubungi Espos, Selasa, mengaku hanya diberitahu akan ada acara syukuran atas keberhasilan Danar Rahmanto, yang merupakan alumnus SD tersebut, sebagai calon bupati terpilih dalam Pilkada 2010 Wonogiri. Dia sendiri tidak menyangka akan ada aksi cukur gundul.

“Waktu saya datang ke acara itu sudah ada siswa yang dicukur gundul. Saya terus terang juga kaget dan merasa ada yang salah. Saya lalu bertanya kepada kepala sekolah. Katanya sudah ada izin dari orangtua siswa. Karena sudah terlanjur ya mau bagaimana lagi?” jelas Suratun.

Kepala SDN 1 Ngadirojo, Sutarno, hingga berita ini diturunkan belum bisa ditemui maupun dihubungi untuk konfirmasi.

shs

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…