Selasa, 28 September 2010 22:39 WIB Solo Share :

PPCI Solo akan dideklarasikan

Solo (Espos)–Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Cabang Kota Solo akan dideklarasikan pada awal bulan Oktober mendatang. Setelah dideklarasikan, PPCI bertekad memperjuangkan terwujudnya aksesibilitas di fasilitas umum bagi defabel di Kota Bengawan ini.

Sekretaris PPCI Kota Solo, Rochmad Wahyudi saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Selasa (28/9), berharap setelah PPCI dideklarasikan bisa menyatukan suara dengan beberapa organisasi defabel yang ada di Kota Bengawan ini. Menurut Rochmad, setidaknya terdapat sekitar 10 organisasi defabel di Kota Solo.

Kendati demikian, masing-masing organisasi cenderung memperjuangkan aspirasi sendiri-sendiri. Akibatnya, beberapa hal yang diperjuangkan organisasi defabel tersebut seringkali kandas ketika berurusan dengan birokrasi pemerintahan. “Masih banyaknya fasilitas umum yang tidak dilengkapi aksesibilitas bagi penyandang cacat merupakan bentuk kandasnya perjuangan organisasi defabel selama ini,” urai Rochmad.

Rochmad mengakui, beberapa tempat umum seperti pasar tradisional dan modern dibangun tanpa menyediakan aksesibilitas bagi penyandang cacat di Solo. Hal itu, kata Rochmad, merupakan bentuk deskriminasi terhadap kaum defabel. “Bagaimana mungkin seorang berjalan menggunakan kursi roda harus mendaki anak tangga yang demikian tinggi. Deskriminasi seperti inilah yang mesti dihilangkan,” tutur Rochmad.

Selain memperjuangkan aksesibilitas, Rochmad menjelaskan, PPCI juga akan memperjuangan isi Perda Defabel yang menjamin kesejahteraan bagi penyandang cacat di Kota Solo. Menurutnya, Perda Defabel mewajibkan setiap instansi pemerintahan merekrut satu dari 100 karyawan berasal dari kalangan defabel. “Praktiknya, hanya ada beberapa instansi pemerintahan yang menggunakan tenaga kerja defabel. Rasanya percuma jika Perda Defabel disusun tetapi tidak dijalankan aturan-aturan di dalamnya,” tegas Rochmad.

mkd

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…