Selasa, 28 September 2010 15:44 WIB Hukum Share :

Polisi Sidoarjo bekuk sindikat gendam

Sidoarjo–Dua orang pelaku yang diduga sebagai sindikat pelaku gendam di dalam kendaraan umum berhasil dibekuk jajaran Polres Sidoarjo.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ernesto Saiser, Selasa (28/9) mengatakan, kedua orang pelaku ini biasa beroperasi di dalam mobil kendaraan umum (angkutan kota) jurusan Porong-Waru.

“Kedua orang tersangka itu masing-masing HP alias Idrus dan WA alias Unyil yang kedua-duanya merupakan warga Buduran, Kabupaten Sidoarjo,” paparnya.

Ia mengemukakan, kronologi pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan korban bernama Nurul Herawati yang mengaku telah terkena gendam di dalam mobil angkutan umum.

“Korban yang saat itu hendak berangkat kerja, naik angkutan umum dari kawasan Waru,” tuturnya.

Saat itu, korban telah dibujuk oleh tersangka untuk naik ke dalam angkutan umum yang dikemudikannya.  Kemudian, lanjut dia, saat berada di dalam angkutan umum, oleh Andik, yang juga tersangka lain dan kini masih buron, korban dibujuk untuk menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan.

“Saat itu, tersangka Andik yang berperan sebagai kiai yang dapat memberikan berkah dan banyak rejekinya kepada korban,” tuturnya.

Ia menjelaskan, korban harus mandi dengan menggunakan sabun yang sudah diberi mantra oleh tersangka, dan korban harus menyerahkan perhiasan berupa cincin seberat 8 gram dan uang Rp 50.000.

“Saat itu, korban terperdaya dan langsung menyerahkan uang beserta perhiasan yang dimilikinya kepada tersangka,” katanya.

Saat ini, polisi juga telah mengantongi identitas seseorang yang diduga sebagai penadah hasil kejahatan gendam yang dilakukan oleh pelaku. Atas peristiwa tersebut, Petugas Polres Sidoarjo mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil angkutan kota, satu buah sabun.

“Tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan modus gendam,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…