Selasa, 28 September 2010 15:38 WIB Sragen Share :

Pohon di permakaman ditebang, warga Ngablak nyaris bentrok

Sragen — Ratusan warga nyaris bentrok dengan empat penebang pohon di pemakaman umum di Dukuh Ngablak, Kelurahan Kroyo, Karangmalang, Sragen, Selasa (28/9). Warga keberatan pohon randu alas yang dianggap keramat di kompleks makam itu ditebang tanpa izin dan merusak puluhan makam.

Mereka mendatangi permakaman guna menghentikan penebangan pohon. Aksi tebang pohon tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 buah makam mengalami kerusakan dan jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta. Empat orang penebang lari tunggang langgang ketika melihat ratusan warga menyerbu ke lokasi permakaman.

Sebuah truk angkutan barang dengan Nopol AD 1379 JD, sepeda motor Suzuki Smash, gergaji mesin, kapak, sabit, dua gergaji tangan, dan linggis diamankan
warga sebagai jaminan. Warga menuntut ganti atas kerugian yang mereka alami.

Perwakilan warga, Udin, 30, menyebutkan permakaman umum di Kroyo merupakan milik warga Ngablak sejak zaman dahulu. Dia mengatakan pohon randu alas itu telah dipelihara warga sejak kecil secara turun temurun, sampai sekarang.

“Pohon berumur ratusan tahun itu ditebang begitu saja tanpa sepengetahuan warga, alasannya dijual. Kami tidak rela, terlebih berdampak kerusakan dan kerugian di pihak warga. Kami minta diselesaikan,” tegasnya ditemui wartawan.

Udin menyatakan barang sitaan tak akan dikembalikan hingga kasus itu selesai dan diusut tuntas. Pihaknya berharap masalah itu bisa diselesaikan di tingkat desa. Warga mendatangi kantor desa didampingi aparat Polsek Karangmalang.

Sementara Lurah Kroyo, Aris Tri Hartanto, mengaku telah memanggil Kadus dan Ketua RT/RW untuk diajak bermusyawarah. Dia berjanji mengupayakan kasus itu bisa selesai hari itu juga. “Kami akan memediasi warga dan pihak terkait guna menyelesaikan ini. Memang mayoritas warga Ngablak memanfaatkan makam itu.”

trh

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…