Selasa, 28 September 2010 20:09 WIB Sukoharjo Share :

Penipuan arisan, Kejari tahan Direktur BKK Polokarto

Sukoharjo (Espos)–Sehari setelah melakukan penahanan terhadap lima tersangka, penyidik Polres Sukoharjo melakukan pelimpahan tahap II kasus penipuan dengan modus arisan di Polokarto ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Selasa (28/9) siang.

Informasi yang dihimpun Espos di Kantor Kejari, dua penyidik Polres Sukoharjo menyerahkan lima orang tersangka yakni Direktur Bank Kredit Kecamatan (BKK) Polokarto, Gunadi Noor Suharjo, dan empat karyawannya yaitu Dwi Sarjono,33; Yulian T, 33; Suwanto, 40; dan Widayat, 33.

Berkas perkara Direktur BKK itu dipisahkan dari keempat karyawannya. Sementara laporan polisi dari keempat karyawan BKK Polokarto itu dijadikan satu berkas. Mereka kemudian melakukan penandatanganan surat penahanan di Kejaksaan. “Kelima tersangka akan ditahan di Rutan di Solo,” jelas Kepala Seksi Pedana Umum (Kasi Pidum) Kejari, Porman Patuan Radot Pasaribu saat dijumpai wartawan di sela-sela pelimpahan tahap II kasus penipuan berkedok arisan yang mengakibatkan peserta arisan mengalami kerugian hingga Rp 2,075 miliar tersebut.

Berkas perkara itu, langsung diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditugaskan menangani kasus tersebut, yakni Taofik Eko Budiyanto. Dalam pelimpahan tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti (BB) ke Kejari. BB itu berupa empat sertifikat tanah yang digunakan agunan pihak ketiga. Pihak ketiga, merupakan orang yang meminjam uang hasil dari arisan sekitar Rp 430 juta. Nilai tanah yang tertera pada keempat sertifikat itu sendiri tidak mencapai atau masih di bawah Rp 430 juta.

Para tersangka itu dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Sekitar pukul 15.00 WIB, kelima tersangka tersebut langsung digelandang ke Rutan Kelas IA Surakarta di Solo. JPU Taofik Eko Budiyanto menambahkan, setelah tersangka dan BB dilimpahkan ke Kejaksaan, selanjutnya kewajiban Kejari adalah membawanya ke pengadilan.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…