Selasa, 28 September 2010 23:32 WIB Solo Share :

Pengadaan Mobdin Rp 4,2 M dipangkas

Solo (Espos)–Pengadaan 16 unit mobil dinas (Mobdin) di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) termasuk juga untuk Walikota Solo senilai total Rp 4,4 miliar dipangkas sehingga yang tersisa dalam perubahan anggaran tinggal Rp 200 juta.

Berdasar nota keuangan perubahan APBD Kota Solo 2010 yang diterima wartawan, pengadaan Mobdin operasional dialokasikan senilai Rp 4,4 miliar. Dana tersebut dialokasikan melalui anggaran penetapan namun dikurangi senilai Rp 4,2 miliar dalam perubahan APBD sehingga yang tersisa tinggal Rp 200 juta. Anggaran senilai Rp 200 juta tersebut direncanakan untuk pembelian Mobdin Forum Kerukanan Umat Beragama (FKUB).

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Budi Yulistianto menerangkan pengadaan 16 unit Mobdin sudah dicoret. “Jadi dari total Rp 4,4 miliar, yang tersisa di perubahan tinggal Rp 200 juta. Sisa dana itu akan digunakan untuk pembelian Mobdin FKUB,” jelasnya ketika dijumpai wartawan usai rapat paripurna nota jawaban Walikota Solo atas pandangan umum fraksi DPRD Kota Solo, Selasa (28/9).

Saat ditanya SKPD mana saja yang akan membeli Mobdin, Budi mengaku tidak hapal. “Kalau dinas apa saja yang akan membeli Mobdin saya lupa. Yang jelas salah satu mobilnya untuk Walikota,” jelas dia.

Mengenai pertimbangan pemangkasan dana pembelian Mobdin, Budi menambahkan, disebabkan keterbatasan anggaran. Pemerintah Kota (Pemkot), imbuhnya, mendahulukan dana yang ada di kas daerah sekarang ini untuk belanja masyarakat. Selain keterbatasan anggaran, Budi menambahkan, faktor lain yang turut mempengaruhi pemangkasan anggaran pembelian Mobdin karena jangka waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran tinggal tiga bulan. “Dengan berbagai pertimbangan itulah anggaran pembelian mobil kami batalkan karena memang belum mendesak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Badan Anggaran (Banggar), Honda Hendarto. Dia mengatakan, dalam rapat Banggar yang dihadiri eksekutif serta legislatif, semua pihak sepakat mengenai pengurangan dana pembelian Mobdin hingga Rp 4,2 miliar.

“Pembelian Mobdin memang sudah dibatalkan sebab kebutuhan masyarakat Solo banyak sekali. Mengenai Mobdin dinas apa saja yang dicoret kami tidak hapal, namun salah satunya untuk pembelian mobil operasional di sekretariat dewan (Setwan) yang nantinya digunakan mobil komisi,” jelasnya.

Honda menuturkan, Mobdin untuk komisi sekarang ini termasuk mobil lama. Mobil tersebut merupakan pengadaan 1995 lalu sehingga sudah saatnya diganti. “Kalau melihat mobil operasional komisi sekarang ini memang sudah terlalu lama. Sudah saatnya diganti. Kalau tidak diganti akan menghabiskan anggaran pemeliharaan,” ujarnya.

Meski sudah waktunya diganti, Honda menambahkan, pihak Setwan bisa memahami apabila rencana pembelian Mobdin dibatalkan karena masih banyak urusan lain yang mendesak. “Tahun depan kan bisa diajukan lagi. Intinya pembelian Mobdin tidak harus tahun ini,” ujar Honda.

aps

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…