Selasa, 28 September 2010 13:39 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah khawatir RI dibanjiri produk impor

Jakarta–Pemerintah mulai khawatir angka impor Indonesia akan melebihi ekspor dan neraca perdagangan akan defisit di 2010. Untuk mengejar ketertinggalan, pemerintah akan memacu investasi meski tinggal menyisakan waktu tiga bulan.

“Ada kekhawatiran 2010 impor lebih tinggi. Untuk itu perlu investasi sebagai pilar ekonomi lebih baik,” jelas Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, dalam sambutan acara Exploring Investment Outlook Indonesia 2009-2014 Deloitte Indonesia, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Selasa (28/9).

Ia menambahkan, selain investasi, poin penting dukungan pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi masyarakat, ekspor, dan belanja pemerintah. Dengan dukungan empat pilar itu pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,3%.

“Kalau rata-rata 6% dan di tahun 2014 bisa mencapai 6,4%,” tambahnya.

Kenapa hanya 6,4%, padahal negara lain Asia memroyeksikan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi? “Kalau mau lebih fair, harus apple to apple. Di 2009 kita tumbuh 4% bersama tiga negara lain. Padahal negara lain menghadapi krisis.”

Menurut Anny Indonesia masih menarik bagi investor asing. Apalagi Kementerian Keuangan telah menjalankan reformasi birokrasi yang menjadikan fondasi solid.

Dengan target peringkat layak investasi (investment grade) akan didapatkan di 2011 dari seluruh lembaga pemeringkat internasional, menjadikan pemerintah yakin investasi akan bisa tumbuh di masa yang akan datang.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…