Selasa, 28 September 2010 12:46 WIB News Share :

Pemerintah akan naikkan TDL empat tahun berturut-turut

Jakarta–Untuk keluar dari permasalahan energi listrik yang terus berlarut-larut, pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) selama empat tahun berturut-turut hingga 2013 dengan rata-rata kenaikan 15%.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Seminar JICA, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (28/9). “Dalam empat tahun ini kita harus keluar dari permasalahan energi listrik. Semua koordinasi baik TDL dinaikkan empat tahun terus-menerus, lalu setelah itu tidak. Kalau 15% selama empat tahun ini kita punya alternatif, maka kita tidak perlu menaikkan TDL, itu pun kalau kita punya sumber dana untuk PLN,” paparnya.

Agus mengatakan, kenaikan TDL ini harus dilakukan sejalan dengan keinginan pemerintah untuk bisa mengelola anggaran yang sehat. Anggaran sehat yang dimaksud tidak hanya jumlah defisit yang kecil dan jumlah utang yang menurun. Namun juga keefektifannya.

“Untuk subsidi dan bunga utang, kita menghabiskan 30% dari total anggaran, karena itu kita harus bisa keluar dari permasalahan energi listrik dalam empat tahun ini,” ucapnya.

Menurut Agus, jika TDL tidak dinaikkan maka risiko fiskal dalam anggaran pemerintah akan naik. Karena habis untuk menutupi subsidi listrik. Sementara subsidi listrik ini dinikmati seluruh masyarakat termasuk yang berpenghasilan tinggi.

Seperti diketahui, di tahun ini pemerintah sudah menaikkan TDL pada 1 Juli 2010. Kenaikan ini menimbulkan kericuhan khususnya di kalangan pengusaha, karena jumlah kenaikan tidak sesuai dengan janji pemerintah.

Pada awal 2011, pemerintah juga kembali berencana menaikkan TDL mulai awal Januari. Jadi hingga 2013, TDL direncanakan akan terus naik. Entah seperti apa respon masyarakat dan dunia usaha terhadap rencana tersebut.

“Kita akan tetap memperhatikan rakyat yang perlu perhatian dengan cara bantuan langsung, BOS (Bantuan Operasional Sekolah), PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), dan Raskin (Beras Miskin),” imbuh Agus.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…