Selasa, 28 September 2010 22:59 WIB Solo Share :

Pasar Kliwon terancam roboh

Solo (Espos)–Kondisi Pasar Pasar Kliwon, Solo terancam roboh lantaran infrastruktur bangunan pasar tradisional yang berada di Jl Kapten Mulyadi ini sudah lapuk dimakan usia.

Pantauan Espos di lokasi, Selasa (28/9), kerusakan parah terjadi pada beberapa bagian seperti atap, lantai, dan tiang penyangga. Beberapa atap bangunan yang terbuat dari plastik bergelombang bahkan sudah hilang dari tempatnya. Akibatnya, pada saat hujan turun, pasar itu selalu tergenang air. Genangan air tersebut mengakibatkan kondisi lantai rusak parah.  Sebagian lapisan plester di lantai sudah mengelupas hingga terlihat tanahnya. Pemandangan tak kalah memprihatinkan terjadi pada beberapa tiang penyangga bangunan yang kian keropos karena lapuk dimakan usia.

Pariyem, 44, salah seorang pedagang sayur di Pasar Pasar Kliwon mengaku kerepotan melindungi barang-barangnya dari genangan air ketika hujan turun. Untuk melindungi barang dagangan dari genangan air, tidak jarang para pedagang menginap di pasar. Menurutnya, kerusakan Pasar Pasar Kliwon sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, hingga kini kerusakan bangunan pasar tradisional itu belum juga diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Padahal setiap hari kami juga membayar retribusi kepada Pemkot. Akan tetapi, kami belum merasakan manfaat dari membayar retribusi itu,” ujar Pariyem.

Lurah Pasar Pasar Kliwon, Darsono mengakui jika kondisi pasar tradisional ini kian memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan pasar tradisional itu tergolong lumrah mengingat sudah 33 tahun tidak pernah direnovasi.Dalam hal ini, sebenarnya pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan kepada Pemkot Solo melalui Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). Akan tetapi, hingga kini usulan perbaikan pasar belum juga dipenuhi dengan alasan keterbatasan anggaran yang ada.

“Terakhir direnovasi tahun 1977 jadi wajar jika kondisi bangunan pasar saat ini sudah lapuk. Entah sudah berapa kali saya mengusulkan perbaikan pasar. Karena terkendala dana, hingga kini perbaikan belum juga terealisasi,” urai Darsono.

Darsono menambahkan, jumlah pedagang di Pasar Pasar Kliwon mencapai sekitar 75 orang. Adapun luas area pasar ini mencapai 2.031 meter2. Darsono menilai, perbaikan Pasar Pasar Kliwon bersifat mendesak. Dia berharap, perbaikan pasar bisa dilakukan sebelum proyek pelebaran Jl Kapten Mulyadi berlangsung.

“Kalau Jl Kapten Mulyadi belum dilebarkan kan bagian halaman pasar ini bisa digunakan sebagai lokasi pasar darurat. Kalau pelebaran jalan sudah dimulai ya akan lebih repot untuk memilih lokasi pasar darurat bagi pedagang selama berlangsungnya proyek renovasi pasar,” tandas Darsono.

mkd

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…