Selasa, 28 September 2010 05:21 WIB Boyolali Share :

New Selo belum digarap maksimal

Boyolali (Espos)–Potensi di kawasan wisata New Selo belum digarap secara maksimal. Sehingga masih butuh perhatian dari pemerintah dengan melibatkan warga setempat.

Hasil pantauan Espos di kawasan wisata New Selo, tepatnya menara pandang atau Joglo 2, Sabtu (25/9) memperlihatkan objek wisata kurang mendapat perhatian. Salah satu bukti, dinding dan atap menara pandang penuh coretan.

Berbagai macam tulisan, nama orang, kelompok maupun tulisan lain menunjukkan eksistensi diri tertulis besar-besar di dinding maupun atap menara pandang. Selain itu, kondisi menara pandang setinggi kurang lebih tiga meter itu masih belum bisa dikatakan layak. Bila hujan dari arah manapun, air membasahi lantai menara.

“Setiap tanggal 17 Agustus, saya selalu mendaki ke Gunung Merapi. Saat menara ini awal didirikan, saya belum melihat coretan di dinding maupun atap menara. Coretan ini baru saja. Tetapi, memang sangat menganggu pandangan. Jadi terkesan kurang asri,” tukas salah seorang pengunjung New Selo, Ikhsan, 30, saat ditemui Espos tengah menikmati pemandangan melalui menara pandang New Selo, Joglo 2, Sabtu (25/9).

Demikian halnya, area parkir di kawasan wisata. Area parkir tak terlalu luas dan minim pengamanan di tepi tembok pembatas kawasan wisata. Padahal, sekitar 60 sepeda motor sering menyambangi New Selo setiap hari Minggu.

m88

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…