Selasa, 28 September 2010 09:14 WIB News Share :

Marzuki
Sejumlah fraksi ingin jagonya jadi Kapolri

Jakarta–Ketua DPR Marzuki Alie membuka fakta adanya tarik-menarik kepentingan antara fraksi DPR terkait calon Kapolri. Namun hal tersebut dipandang Marzuki sebagai manuver politik yang masih wajar.

“Fraksi-fraksi yang ada di DPR menginginkan agar jagonya yang bisa menduduki posisi Kapolri. Itu biasa dalam politik,” ujar Marzuki Alie, Selasa (28/9).

Namun Marzuki yakin Presiden akan tetap pada pilihannya. Pasalnya memilih Kapolri adalah hak prerogatif Presiden. “Itu sah saja, namun SBY tidak akan terpengaruh tekanan pembentukan opini yang dilakukan oleh fraksi-fraksi tersebut. SBY lah yang akan menentukan siapa calon yang akan diajukannya dan bukan anggota komisi III karena itu kewenangan presiden,” tegas Marzuki.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyebut kekhawatiran tarik-menarik kepentingan di DPR terkait calon Kapolri. Kemungkinan tersebut kian membesar karena Presiden, menurut Pram, menunda-nunda menyerahkan calon Kapolri.

“Itu wewenang Presiden, tapi jangan sampai terlalu lama serahkan nama calon, karena menjadi tarik-menarik kepentingan terkait calon Kapolri,” ujarnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…