Selasa, 28 September 2010 12:30 WIB Sport Share :

Lotus diminta tanggalkan nama

Singapura–Lotus Racing harus mencari nama baru untuk musim balap tahun 2011 mendatang. Mereka diancam akan diseret ke pengadilan jika tak menanggalkan nama tersebut oleh perusahaan otomotif Proton.

Pemintaan agar Lotus Racing mengganti nama untuk partisipasi di F1 musim depan dilakukan Proton sehari setelah gelaran GP Singapura. Sebagai catatan, pabrikan asal Malaysia itu adalah induk perusahaan Lotus, setelah mereka melakukan akuisisi terhadap Lotus Cars dan Lotus Engineering di tahun 1996 silam.

Kalau pada tahun 2010 ini nama Lotus menempel pada Lotus Racing, itu karena Proton memang sudah menyepakati perjanjian untuk meminjamkan nama tersebut. Namun belakangan mereka memutuskan untuk membatalkan kesepakatan itu dan kemudian melarang penggunaan kata ‘Lotus’ dalam bentuk apapun.

Meski secara umum dunia F1 mengenalnya dengan nama Lotus Racing, tim pimpinan Tony Fernandes itu sesungguhnya memiliki nama asli “1Malaysia F1 Team”. Demikian dikutip dari Autosport seperti diberitakan detikSport, Selasa (28/9).

“Dengan persetujuan Proton, Group Lotus kini telah memutus lisensi yang diberikan pada 1 Malaysia Racing Team untuk menggunakan nama merek “Lotus Racing” di musim 2011 dan periode F1 berikutnya sebagai akibat dari pelanggaran lisensi yang dilakukan oleh 1 Malaysia Racing Team, yang telah merusak citra merek “Lotus”,” demikian pernyataan resmi Proton.

Pernyataan Proton ini muncul hanya beberapa hari setelah Tony Fernandes berencana untuk mengubah nama Lotus Racing menjadi Team Lotus untuk musim 2011. Team Lotus adalah nama yang digunakan Lotus saat pabrikan Inggris tersebut menjadi salah satu kekuatan F1 dengan meraih tujuh juara dunia konstruktor dan enam gelar juara dunia pembalap.

Fernandes mengklaim mendapat nama Team Lotus dari David Hunt, saudara dari mantan juara dunia James Hunt. James Hunt merupakan pemegang nama Team Lotus setelah tim tersebut keluar dari F1 tahun 1994 lalu.

Terkait kondisi tersebut, Proton mengklaim kalau mereka tetap pemegang sah seluruh brand Lotus dan meminta Fernandes mentaati aturan tersebut. Dalam pernyataan lanjutannya, Proton juga menyebut kalau mereka siap menempuh segala cara untuk menuntaskan masalah tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…