Selasa, 28 September 2010 07:35 WIB News Share :

LIPI
JL RE Martadinata ambles karena ada pengerukan laut

Jakarta — Amblesnya Jl RE Martadinata, Jakarta Utara menimbulkan spekulasi terkait kontruksi pembuatan jalan. Namun Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuding pengerukan laut di sekitar lokasi sebagai penyebab ablesnya jalan.

“Faktor utama penyebabnya adalah pengerukan laut di sekitar lokasi untuk manuver kapal. Ini membuat terjadinya pengikisan pondasi jalan,” ujar peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi kemacetan dan LIPI, Otto SR Ongkosongo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/9).

Menurut Otto, pengerukan yang dilakukan pihak pelabuhan Tanjung Priok tidak memperhatikan aspek kekuatan pondasi jalan. Hal ini membuat jalan yang baru dibangun setahun lalu tersebut ambles.

“Struktur tanah di situ itu tidak padat, sehingga ketika ada pengerukan lambat laun pasti ambles. Apalagi tidak ada dinding pembatas antara jalan dengan laut,” terangnya.

Otto pun menyarankan agar perbaikan jalan yang merupakan urat nadi perekonomian Jakarta tersebut menggunakan pembatas. Pembatas bisa dilakukan dengan membuat tiang pancang yang ditanam di dasar laut.

“Kalau tidak maka bisa ambles lagi. Yang ambles itu sekitar 2.000 meter kubik, material tanah dan jalan hilang begitu saja,” terangnya.

dtc/tya?

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…