Selasa, 28 September 2010 11:43 WIB Hukum Share :

Kesepian, pria 76 tahun gantung diri

Surabaya–Seorang pria berusia 76 tahun mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pria itu bernama Munari warga Pandegiling gang 5/19, Surabaya.

Dia ditemukan sudah meregang nyawa oleh menantunya bernama Sumini dengan leher terjerat kain panjang. Diduga kenekatan pria yang punya banyak cucu ini karena kesepian ditinggal istrinya yang meninggal dunia 2 bulan lalu.

“Bapak mungkin kesepian. Bapak ditinggal ibu meninggal dunia dua bulan lalu,” kata anak pertama Munari bernama Kastam kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian, Selasa (28/9).

Menurut Kastam, dalam beberapa pekan terakhir ini, bapaknya sering mengeluh sakit dan meminta anaknya membeli obat. Informasi yang dihimpun di lapangan, Munari ditemukan Sumini pada pukul 08.30 WIB. Sumini curiga dengan kondisi rumah mertuanya yang terlihat sepi. Padahal sehari-hari bapak mertuanya tidak pernah bangun siang dan pintu rumahnya selalu terbuka.

Sumini mencoba mengetok pintu rumah mertuanya namun tidak ada jawaban. Dia kemudian mengintip dari balik lubang pintu dan melihat bapak mertuanya dalam posisi berdiri dan mengenakan sarung. Curiga, Sumini kemudian memanggil keponakanya. Bersama-sama keduanya mengintip. Sang keponakan yang bernama Ira mengatakan kalau kakeknya seperti bunuh diri.

“Saya kaget. Biasanya pintu tidak dikunci. Saya ketok pintu kamar bapak tidak menjawab. Saya kira bapak sedang salat,” tutur Sumini yang terlihat shock.

Dia dan keponakannya kemudian memanggil Yuniar dan Irwan. Irwan kemudian mendobrak pintu dan terkejut mengetahui kakeknya sudah menjadi mayat. Dia kemudian memanggil polisi dari Polsek Tegalsari. Polisi datang ke lokasi dan melakukan olah TKP.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…