Selasa, 28 September 2010 15:05 WIB Ekonomi Share :

Hatta yakin PLN bisa berhemat Rp 8 triliun di 2011

Jakarta–Pemerintah yakin dapat mendorong PT PLN (Persero) untuk melakukan penghematan Rp 8 triliun dari sisi efisiensi operasionalnya di tahun 2011.

Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, menyebut upaya efisiensi kelistrikan bisa dilakukan dengan menekan biaya operasional dan mengurangi kebocoran (losses) listrik. Dari upaya itu, lanjut Hatta, pemerintah bisa berhemat Rp 8 triliun.

“Keputusan efisiensi dengan menekan losses dan peningkatan efisinsi terhadap internal dapat berhemat Rp 8 triliun dari sisi penghematan,” ujarnya saat ditemui di Gedung BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (28/9).

Dimintai tanggapan soal usulan Bank Dunia menaikkan TDL, Hatta meyatakan pemerintah punya roadmap skema subsidi listrik, pupuk, dan BBM. Untuk pupuk, pemerintah memberi masa tiga tahun, listrik empat tahun, dan BBM lima tahun.

“Sebetulnya kita memiliki roadmap pola pemberian subsidi, terstrukturisasi pemberian subisidi. Pertama roadmap pupuk 3 tahun, kedua TDL atau listrik. Ketiga BBM agar tepat sasaran tidak memberatkan APBN kita,” tandasnya.

Meskipun Komisi VII bersama Kementerian ESDM telah memutuskan tidak ada kenaikan TDL tahun depan, tetapi Hatta masih menunggu keputusan hasil rapat Menteri Keuangan dengan Badan Anggaran DPR RI. “Ini yang dibahas Menkeu. Seperti apa keputusan akhirnya, ya nanti,” pungkasnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…