Selasa, 28 September 2010 16:43 WIB Pendidikan Share :

Guru penulis buku masih minim

Solo–Jumlah guru yang berminat menulis buku sejauh ini diketahui masih sangat minim. Dari 2,5 juta guru di seluruh Indonesia, baru sekitar 0,5% di antaranya yang bersedia menulis.

Kasubbid Pengembangan Naskah Bidang Pengendalian Mutu dan Pengembangan Naskah Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, Vera Ginting, mengaku cukup prihatin dengan kondisi tersebut. Dia mengatakan menulis memerlukan kemampuan tersendiri. Sementara para guru kurang kuat motivasinya untuk menulis.

“Mereka mungkin ingin dan punya banyak ide kreatif. Tapi untuk menulis memang sulit jika tak berkemauan kuat,” terangnya seusai sosialisasi bantuan sosial bagi calon penulis buku di Gedung Organisasi Wanita Surakarta, Selasa (28/9).

Dikemukakan, salah satu cara menumbuhkan kemampuan menulis, pusat perbukuan menggelar berbagai sayembara dan lomba baik itu buku teks pelajaran ataupun buku pengayaan. Seperti yang dilakukan tim Pusat Perbukuan Kemdiknas,Selasa,
pihaknya mengadakan sosialisasi bantuan sosial bagi calon penulis buku.

Bantuan diberikan kepada calon penulis yang telah mengikuti sayembara penulisan naskah buku pengayaan tahun 2009 dan buku teks pelajaran yang belum lolos penilaian. Sebanyak 80 guru dan dosen mengikuti kegiatan itu. Bantuan diberikan dengan nominal Rp 4 juta untuk calon penulis teks buku pelajaran dan Rp 2 juta bagi calon penulis buku pengayaan, dengan sejumlah persyaratan.

m90

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…