Selasa, 28 September 2010 12:55 WIB News Share :

FPI ultimatum Goethe Institute 1 X 24 jam stop film gay

Jakarta–Perwakilan Front Pembela Islam (FPI) bertemu dengan pihak Goethe Institute. FPI mengultimatum agar Goethe Institute membatalkan pemutaran film bertema homoseksualitas itu dalam tempo 1 X 24 jam.

Lima Perwakilan dari FPI bertemu dengan dua perwakilan Goethe Institute di Gedung Goethe Institute, Jalan Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Selasa (28/9).

FPI menyampaikan surat penolakan terhadap rencana bertema homoseksualitas yang akan digelar, Rabu (29/9) malam di kantor itu. Surat itu dibacakan Wasekjen FPI Pusat, Awit Mashuri, saat bertemu dengan perwakilan Goethe Institute.

“FPI meminta secara langsung kegiatan mempromosikan kehidupan seks bebas, seks menyimpang, homeseksualitas, dan lesbian agar segera dihentikan. Kita minta agar dihentikan dalam waktu 1 X 24 jam karena kegiatan ini dapat merusak ahklak dan generasi bangsa,” kata Awit.

FPI menegaskan tidak bertanggung jawab apabila pihak Goethe Institute tidak menggubris penolakan tersebut. “Jangan sampai hubungan baik yang sudah terjalin antara Indonesia dan Jerman itu terganggu dengan adanya kegiatan ini. Bukan hanya FPI, masyarakat pasti akan marah,” kata Awit.

Perwakilan dari Goethe Institute mengaku belum dapat memutuskan permintaan FPI. “Nanti saja,” kata seorang perempuan yang enggan disebutkan namanya ini sambil bergegas masuk ke dalam Gedung Goethe Institute.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…