internet
Senin, 27 September 2010 14:38 WIB Solo Share :

Taman Balekambang krisis tempat parkir

Solo (Espos) — Lokasi wisata taman kota Taman Balekambang tidak memiliki tempat parkir yang memadai. Parkir sementara bagi sepeda motor di sisi selatan gerbang dinilai tidak ramah lingkungan karena merusak tanaman dan rumput.

Sementara mobil yang parkir di luar, menghambat arus lalu lintas kendaraan yang mengakibatkan jalan sempit dan menimbulkan kemacetan. Hal ini disampaikan Kepala UPTD Kawasan Wisata Balekambang Endang Sri Murniati kepada wartawan di Taman Balekambang, Minggu (26/9). “Kalau ramai, mobilnya banyak bisa macet,” tambah Endang.

Ia mengusulkan agar dibangun kantong parkir di sekitar taman agar tetap melestarikan lingkungan. Menanggapi hal itu, Walikota Solo, Joko Widodo telah mengusahkan ijin pemakaian sebidang tanah milik Provinsi Jateng yang ada di sekitar Taman Balekambang. Namun usaha itu belum mendapat persetujuan.  Saat ini, Jokowi telah berinisiatif membangun kantong parkir di sekitar Manahan. “Saya usahakan di Manahan, bisa dijebol nanti itu, tapi sekarang baru saya suruh menggambar,” katanya.

Sementara adanya wacana membangun parkir bawah tanah, menurutnya tidak sesuai karena dapat merusak lingkungan. Ia berpendapat, pembangunan lahan parkir jangan sampai merusak lingkungan taman. “Ini tanaman langka semua, jangan sampai dirusak,” tegasnya.

m86

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…