Senin, 27 September 2010 15:44 WIB News Share :

SBY sulit putuskan calon Kapolri

Jakarta–Pihak Istana belum juga mengirimkan nama calon Kapolri ke DPR. Diduga Presiden
SBY sulit memutuskan calon Kapolri karena banyak tarik-menarik unsur politik.

“Harusnya memang minggu kemarin. Tapi karena tarik-menarik antara Polri Istana dan partai
politik jadi belum diputuskan,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S
Pane saat dihubungi, Senin (27/9).

Neta mensinyalir, SBY kurang pas dengan dua nama calon Kapolri yang diajukan Polri. SBY
bahkan sedang melirik kandidat lainnya.

“Dua nama itu terlalu kontroversial di media masa. SBY jadi lirik calon lain, seorang
satria piningit. Kabarnya seorang jenderal bintang dua,” jelasnya.

Menurut Neta, pemilihan Kapolri saat ini termasuk yang paling ramai sepanjang sejarah.
Banyak manuver dan campur tangan politik yang ikut di dalamnya.

“Ini kuat-kuatan antara Polri, Parpol dan Presiden,” tukasnya.

Neta mengatakan, SBY harus segera menyetorkan nama ke DPR. Sebab, waktu pensiun untuk
Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) hanya tinggal beberapa hari lagi.

“Sebelum tanggal 10 Oktober kita berharap Kapolri baru sudah ada. Biar nanti BHD bisa
pensiun tepat waktunya,” imbuhnya.

Dua nama calon Kapolri yakni Komjen Imam Sudjarwo dan Komjen Nanan Soekarna telah
diserahkan Kapolri BHD kepada Presiden awal bulan ini. Namun hingga kini SBY belum juga
memutuskan nama. BHD akan resmi pensiun 10 Oktober nanti.

Sebelum diputuskan, DPR akan melakukan fit and proper tes terhadap nama calon Kapolri yang diajukan Presiden.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…