Senin, 27 September 2010 20:34 WIB News Share :

Pertamina bantah ubah komposisi elpiji

Jakarta –– PT Pertamina (Persero) membantah telah mengubah komposisi butane dan propane dalam elpiji 12 kilogram. Komposisi elpiji 12 kg memang sempat disesuaikan dengan elpiji 3 kg, untuk menyesuaikan ketersediaan bahan baku.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, M Harun, sebelum program konversi dimulai, komposisi kandungan propane dan butane dari elpiji 12 Kg adalah butane 40% dan propane 60%, tapi sejak program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg, maka dilakukan perubahan komposisi menjadi 50:50, atau sama dengan komposisi gas elpiji 3 Kg.

“Itu kami lakukan mengingat ketersediaan bahan baku. Komposisi 50:50 tersebut tidak berubah sampai sekarang,” ujar Harun saat dikonfirmasi detikFinance, Senin (27/9).

Ia menyatakan kondisi ini juga tetap mengacu pada keamanan penggunan elpiji dengan tekanan tabung 120 Psi atau setara 8 bar.

“Tekanan optimum ini jauh di bawah ambang batas tekanan maksimum valve (katup) yang didesain pada tekanan 24 bar,” tambahnya.

Sebelumnya, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menduga PT Pertamina (Persero) telah mengubah komposisi butane dan propane dalam elpiji 12 kilogram. Meski tidak membahayakan, namun perubahan komposisi itu merugikan konsumen.

“Saya dapat aduan dari konsumen elpiji yang tinggal di Bumi Serpong Damai dan Bintaro. Mereka mengeluh karena sekarang kalau pakai elpiji, apinya tidak lagi berwarna biru. Tapi merah seperti pakai kompor minyak tanah. Begitu api sudah tidak menyala, harusnya kan karena gas elpijinya habis. Tapi ini pas dikocok tabungnya, ternyata gasnya masih ada,” ujar saat berbincang,  Minggu malam (26/9).

Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, Pertamina telah melakukan pembohongan publik, jika benar terbukti telah mengubah mengubah komposisi butane dan propane dalam elpiji 12 kilogram. Perubahan komposisi tersebut, lanjut Tulus, dikhawatirkan bisa menurunkan tingkat kualitas dan efisiensi dari produk itu.

“Kelebihan elpiji itu kan karena apinya warna biru. Api biru ini lebih efisien jika dibandingkan dengan yang api berwarna merah. Lagipula itu bisa rusak peralatan masak,” jelasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…