Senin, 27 September 2010 19:32 WIB Sukoharjo Share :

Pengaruh Miras, warga Semarang tak bisa kendalikan mobil

Kartasura (Espos)–Warga Pandansari IX, Semarang, Agus, 34 tak bisa mengendalikan laju mobil yang dikendarainya, Daihatsu grandmax jenis pickup dengan Nopol H 1854 JL.

Hal itu menyebabkan tabrakan karambol di traficlight Kartasura, tepatnya di selatan tugu Kartasura, Senin (27/9) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban menderita kerugian materiil.

Agus yang sedang dalam perjalanan pulang mengambil rosokan dari Klaten menuju Semarang, mengaku tidak dapat mengendalikan mobilnya dan menabrak mobil di depannya. Dia mengaku kejadian itu dipengaruhi oleh minuman keras yang dikonsumsinya di Klaten.

“Memang saya minum ciu. Saya diajak teman di Klaten,” akunya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah saksi, menyatakan, tabrakan itu melibatkan tiga mobil, yakni jenis Daihatsu grandmax warna silver Nopol L 1763 CC; Suzuki Baleno Nopol AB 7505 CN dan Daihatsu grandmax jenis pickup warna hitam Nopol H 1854 JL.

Ketiga mobil itu berjalan dari arah selatan. Menurut pengemudi Grandmax warna silver, Marwan, 45, warga Kebo, Melati, Plumpang, Tuban, kecelakaan itu terjadi saat dia berhenti menunggu lampu merah.

“Posisi saya berhenti, lampu merah masih menunjukkan angka 15,” katanya kepada Espos di Mapolesek Kartasura.

Senada, pengemudi mobil Baleno, Sumarjo, 50, warga, Bantul, Jogja, mengaku telah mobilnya terhenti di belakang mobil yang dikemudikan Marwan. Dia mengaku kaget setelah tertabrak oleh mobil grandmax warna hitam dari arah belakang yang dikemudikan oleh Agus.

“Saya tertabrak dari belakang sampai mobil saya menabrak mobil Pak Marwan,” ucapnya.

m85

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…