Senin, 27 September 2010 17:32 WIB News Share :

Pemkab Magelang siapkan 32 titik pengungsian

Magelang–Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mempersiapkan sebanyak 32 yempat pengungsian sementara. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi letusan Gunung Merapi yang kini berstatus waspada.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulangan Bencana (Kesbangpol dan PB) Kabupaten Magelang, Eko Triyono S.Sos, usai rapat kesiapan bencana Gunung Merapi di Kompleks Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Magelang Jl. Jenderal Tukiyat, Magelang, Jawa Tengah, Senin (27/9).

Eko menjelaskan ke-32 TPS ini tersebar di tiga kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Magelang, yakni Kecamatan Srumbung, Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan. Di ketiga kecamatan itu jumlah penduduk yang harus diungsikan sekitar 31 ribu orang.

Menurut Eko, Pemkab Magelang juga sudah menentukan titik kumpul di masing-masing dusun, sebelum menuju ke lokasi pengungsian. Titik-titik kumpul itu merupakan balai desa masing-masing. Triyono menjelaskan, penduduk yang diprirotaskan diungsikan adalah manula, anak-anak, ibu hamil serta orang sakit.

“Kita juga menghitung kebutuhan logistik, dapur umum, MCK, dan kebutuhan lain, kalau benar-benar harus ada evakuasi penduduk kawasan lereng Merapi,” tegas Eko.

19 Desa rawan

Triyono juga menjelaskan desa-desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III di Kabupaten Magelang terkait bencana letusan Gunung Merapi. Menurutnya, saat ini ada 19 desa yang masuk kategori tersebut.

“Delapan desa di Kecamatan Srumbung, delapan di wilayah Dukun serta tiga lainnya tersebar di wilayah Sawangan,” tutur Triyono.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…