Senin, 27 September 2010 20:03 WIB News Share :

Jika tak cocok, SBY bisa minta lagi nama calon Kapolri

Jakarta--Muncul spekulasi jika Presiden SBY tidak menyetujui dua nama calon Kapolri yang diajukan Mabes Polri. Hal itu diindikasikan dengan belum diserahkannya nama calon Kapolri ke DPR.

“Kemungkinan dari yang diajukan itu haknya bapak presiden siapa yang dikirim,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (27/9).

Menurut Marwoto, Polri yakin presiden akan memilih satu dari dua nama yang diajukan. Lalu bagaimana jika Presiden tidak menyetujuinya?

“Kalau tidak disetujui kan mesti meminta (nama) ke sini (Polri) lagi. Itu bisa kok,” jelas Marwoto.

Marwoto menambahkan, Mabes Polri yakin Presiden akan memilih sebelum Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) pensiun tanggal 10 Oktober. “Saya yakin tidak sampai tanggal 10 Oktober,” tandasnya.

Hingga saat ini Presiden belum juga mengirim nama calon Kapolri ke DPR. Padahal dua nama calon Kapolri yakni Komjen Imam Sudjarwo dan Komjen Nanan Soekarna telah diajukan Polri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menduga, Presiden SBY tidak cocok dengan dua nama calon yang diajukan. “Karena dua-duanya kontroversial. Ia mungkin sedang melirik calon lain,” tuturnya kepada detikcom.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…