Senin, 27 September 2010 14:27 WIB Kesehatan Share :

Jika lensa kontak terbawa tidur

Jakarta–Salah satu alat yang bisa dipakai untuk membantu penglihatan seseorang adalah menggunakan lensa kontak. Namun lensa kontak ini tidak boleh digunakan sepanjang waktu, terutama saat tidur. Apa yang terjadi jika lensa kontak terbawa tidur?

Pada umumnya lensa kontak tidka dirancang untuk digunakan sepanjang malam, karenanya seringkali para dokter memperingatkan seseorang untuk melepas lensa kontaknya sebelum tidur.

Jika lensa kontak ikut terbawa saat seseorang sedang tidur, maka ada kemungkinan menjadi tempat penampungan bakteri atau bisa mengikis mata yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi yang timbul umumnya ditandai dengan rasa sakit pada mata, kemerahan atau bengkak di kelopak mata.

Beberapa infeksi mata memerlukan perawatan segera untuk mencegah kerusakan yang tidak bisa disembuhkan dan juga kebutaan. Seperti dikutip dari Livestrong, Senin (27/9) ada beberapa infeksi mata yang mungkin terjadi jika lensa kontak terbawa tidur, yaitu:

1. Ulkus kornea
Berdasarkan penelitian dari University of Maryland Medical Center tidur dengan lensa kontak yang masih menempel dapat menyebabkan kornea mengikis, kondisi ini nantinya dapat berubah menjadi ulkus kornea. Hal ini bisa memicu terjadinya infeksi bakteri, jamur atau parasit. Kornea adalah lapisan transparan yang melindungi mata.

Gejala dari ulkus kornea ini adalah kemerahan, sensitif terhadap cahaya, pembengkakan kelopak mata, mata berair dan kadang-kadang timbul sumbatan putih pada kelopak mata.

2. Keratitis
Keratittis bisa disebabkan oleh pemakaian lensa kontak jangka panjang dan kemungkinan terbawa tidur satu kali atau lebih. Kondisi ini terjadi ketika parasit acanthamoeba tumbuh di lensa kontak dan menyebar ke kornea. Gejala yang timbul adalah rasa sakit di mata, pandangan kabur, peka terhadap cahaya, mata bengkak, sulit membuka mata dan rasa ada sesuatu di dalam mata.

3. Reaksi alergi papiler konjungtivitis
Jika lensa kontak idak diganti secara teratur atau sering dipakai semalaman, maka mata bisa saja mengembangkan alergi terhadap lensa. Gejala dari reaksi alergi papiler konjungtivitis termasuk perasaan ada sesuatu di mata, kemerahan, pembengkakan kelopak mata dan peka terhadap cahaya. Jika muncul kondisi tersebut sebaiknya segera lepas lensa kontak dan lebih sering mengganti lensa kontak.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…