Senin, 27 September 2010 15:00 WIB Klaten Share :

Elpiji meledak, restoran mewah terbakar

Klaten–Ledakan elpiji kembali membawa petaka. Restoran mewah Banyu Urip di Jalan Mayor Kuswanto Desa Semangkak, Klaten Utara, terbakar akibat kejadian tersebut, Senin (27/9) siang.

Api yang membumbung dengan cepat menghanguskan isi dan bangunan restoran dengan bahan baku utama dari bambu itu. Meski tak menelan korban jiwa, kerugian akibat musibah itu ditaksir lebih dari Rp 500 juta.

Menurut kesaksian sejumlah karyawan, api diketahui bersumber dari elpiji 12 kilogram (Kg) yang meledak dari dalam dapur. “Baru sekitar 10 menit menanak nasi, tiba-tiba terdengar ledakan dan api langsung menjalar ke mana-mana,” ujar salah seorang di antaranya, Cristina, kepada wartawan, Senin (27/9).

Kobaran api terus membesar karena tiupan angin yang cukup kencang di sekitar lokasi. Terlebih material bangunan diketahui juga bahan yang mudah terbakar.

Cristina menambahkan ledakan gas terdengar sekitar pukul 10.30 WIB. Karyawan tak menduga gas akan meledak saat dipakai menanak nasi. “Biasanya juga tidak apa-apa. Kami pun tak tahu kenapa gas meledak. Kami sedang diluar,” paparnya.

Karyawan lain, Atik, menambahkan setidaknya ada lima elpiji 12 Kg yang ada di dapur. Diduga gas meledak karena bocor dan seketika itu memicu ledakan lain.

Pemilik restoran, Lanita Salim, histeris ketika menyaksikan tempat usahanya dipenuhi kobaran api. Sejumlah mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB, namun sebagian besar bangunan bagian belakang restoran hanya tersisa puing-puing.

Ledakan berkali ulang terdengar ketika berlangsung upaya pemadaman oleh para petugas. Kebakaran, selain menghanguskan sembilan gazebo, juga melalap tempat tinggal atau mess karyawan. “Kami taksir kerugiannya lebih dari Rp 500 juta,” ujar pengelola restoran Banyu Urip, Joko Jarot, dalam kesempatan yang sama.

asa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…