Senin, 27 September 2010 16:20 WIB Boyolali Share :

Bupati lantik 46 pejabat struktural

Boyolali (Espos)–Kurang dari sebulan setelah adanya pemerintahan baru di Pemkab Boyolali, gerbong mutasi pejabat struktural dilingkup Pemkab Boyolali, Senin (27/9) dimulai.

Sebanyak 46 pejabat eselon II hingga IV yang terdiri dari eselon II sebanyak 19 orang, eselon III sebanyak 14 orang dan eselon IV sebanyak 13 orang dimutasi Bupati Boyolali Seno Samodro. Pelantikan dilakukan di Pendapa Pemkab setempat.

Sejumlah pejabat yang mengalami mutasi itu, antara lain dua staf ahli dr Syamsudin MKes yang menjadi Asisten III Setda dan Ir Darsono yang menjadi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Kemiskinan (Bapermaskin). Selain itu, dalam mutasi itu, juga terdapat lima staf ahli bupati.

Kelima orang itu, masing-masing Bambang Sinungharo yang sebelumnya Asisten I Setda; Sugiyanto, yang sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD); Djoko Triwiyatno yang sebelumnya Kepala Bappeda; Nur Khamdani yang sebelumnya Kepala Bapermaskin dan Agus Partono yang sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Dalam mutasi itu juga terdapat empat Camat yang mengalami perpindahan maupun promosi jabatan. Jabatan Camat Andong dari M Syawaludin kepada Dadar Harwantoro yang sebelumnya Sekcam Nogosari; Camat Kemusu dari Djiwan Sutopo kepada Sudaryono, yang sebelumnya Camat Boyolali; Camat Selo dari Widodo SH kepada Djiwan Sutopo dan Camat Boyolali dari Sudaryono kepada Agung Wahyu Harsono yang sebelumnya Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Selain itu, posisi Camat Banyudono saat ini juga lowong, setelah pejabat sebelumnya Karsino menjadi Asisten I Setda Boyolali.

Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan mutasi itu merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan kepentingan menyukseskan visi dan misi bupati. “Adakalanya pejabat yang bagus dan hebat perlu seharusnya tidak dimainkan terus menerus. Perlu di bangkucadangkan, seperti pertandingan sepakbola,” ujar Bupati.

Mengenai adanya jabatan lowong, akibat mutasi ini, seperti Camat Banyudono dan Kabag Keuangan Setda, seusai pelantikan, Bupati mengatakan hal itu memang sengaja dilakukan. Pasalnya, jabatan yang lowong itu masih bisa dijalankan oleh sekretaris. “Memang sengaja dikosongkan. Itu bagian dari strategi. Yang jelas sebelum saya berangkat ke China, akan saya lakukan mutasi untuk melengkapi yang sudah ada,” tambah Bupati.

fid

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…