Senin, 27 September 2010 22:59 WIB Klaten Share :

36 Km jalur evakuasi Merapi tak layak

Klaten–Jalan raya sepanjang 36 kilometer (Km) di jalur evakuasi warga di sekitar Gunung Merapi dinilai tak layak. Kondisi jalan rusak dan justru membahayakan proses evakuasi.

“Kami sudah melihat kondisinya. Jalan-jalan di sana sudah saatnya diperbaiki sebab membahayakan untuk jalur evakuasi,” kata Kepala Kesbangpolinmas Sri Winoto ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (27/9).

Sri mengatakan jalur-jalur tersebut merupakan jalur yang menghubungkan lima desa lokasi pengungsian, yaitu Dompol Kemalang, Keputran Kemalang, Ngemplak Manisrenggo, dan Bumi Perkemahan Kepurun Manisrenggo. Di sepanjang jalan itu menurutnya banyak ditemukan jalan yang tak layak untuk jalur evakuasi.

“Rencananya besok SKPD terkait akan membahas persiapan penanganan bencana. Mulai DPU Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PDAM dan SKPD lain,” paparnya.

Kabid Potensi Linmas, Joko Rukminto, menambahkan di antara jalur evakuasi yang membahayakan ialah Jalan Bale Rante—Butuh—Kepurun di Kecamatan Kemalang sepanjang 6,1 Km. Selanjutnya, jalan Balerante—Panggang—Ngemplakseneng di Manisrenggo 10,5 Km, dan jalan Siderorejo—Kaliwuluh—Dompol Kemalang 4,8 Km.

“Selain itu, jalan Dompol—Keputran di Kemalang sepanjang 4,5 Km juga tak
layak pakai. Ini harus segera dibenahi,” paparnya. Demikian pula  jalan Tegalmulyo—Tlogowatu—Surowono Kemalang 3,7 Km, jalan Surowono—Kaliwuluh 2,1 Km, dan jalan Kaliwuluh—Dompol sepanjang sekitar 2,4 Km.

“Jalan-jalan ini, harus mendapatkan prioritas utama perbaikan. Kalau jalan banyak yang berlubang, maka akan menghambat proses evakuasi. Malahan justru bisa membuat celaka warga yang akan dievakuasi,” paparnya lagi.

Selain soal kesiapan jalur evakuasi, Joko mencatat sejumlah lokasi evakuasi, mulai kesiapan tenda, alat masak, Sembako, ketersediaan air, serta listrik. Menurutnya, evakuasi adalah rangkaian penyelamatan warga menghadapi bahaya, dalam hal ini terkait erupsi Gunung Merapi. “Target kami, semua warga bisa diselamatkan dan tak ada gangguan berarti dalam proses evakuasi,” paparnya.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…