Minggu, 26 September 2010 16:03 WIB Sragen Share :

Tuntut transparansi, warga Jirapan blokir jalan

Sragen — Puluhan warga Dukuh Jatirejo dan Dukuh Slamat, Desa Jiparan, Masaran, memblokir jalan antardesa lantaran tidak ada transparansi atas kegiatan yang dilaksanakan di jalan itu, Minggu (26/9) pagi.

Warga menduga jalan itu sengaja dibangun investor untuk memudahkan akses ke kandang penetasan ayam yang akan dibangun. Dalam satu pekan ini sejumlah pekerja membangun jalan tersebut dengan menambahkan pasir dan batu.

Warga Dukuh Slamat, Joko Imas, mengungkapkan warga enam RT di dua dukuh di Jiparan berkeberatan dengan pembangunan jalan sebelum pihak investor dan pemerintah desa (Pemdes) memberi keterangan. Selama ini, kata dia, tak ada satu pun warga yang diberi informasi mengenai adanya kegiatan itu.

“Intinya kami minta transparasi. Sebelum itu jalan ini ditutup warga. Selama ini kami terus bertanya-tanya, ini kegiatan apa. Kok tidak ada informasi sama sekali, bahkan dari bayan dan kepala desa saat ditanya pun mengaku tidak tahu,” tegas Joko ektika ditemui wartawan di wilayah Jirapan, Minggu.

Joko menambahkan jalan yang dibangun sebelumnya berupa jalan setapak selebar dua meter. Jalan sepanjang 400 meter yang melewati areal pertanian itu tembus di Dukuh Tembokrejo, Desa Sepat, Masaran. Jalan itu merupakan jalan umum yang dikelola desa. Dengan status semacam itu, dia menilai mestinya investor tidak berani membangun jalan tanpa pembicaraan atau kesepakatan dengan pihak desa.

Kapolres Sragen, AKBP Ida Bagus Putra Narendra, melalui Kapolsek Masaran, AKP Joko Purnomo, dimintai konfirmasi menyatakan kehadiran polisi di lokasi untuk pengamanan. Upaya itu dilakukan agar tidak terjadi aksi anarkis. Hal tersebut mengingat lokasi jalan berada di samping jalan utama Solo – Sragen.

“Warga menuntut diberi tahu kalau memang ada kegiatan, apalagi pembangunan kandang untuk penetasan ayam. <I>Kulonuwun<I> lah istilahnya. Tadi, kami belum bisa menghadirkan pihak investor, tapi akhirnya disepakati pertemuan antara kedua pihak akan dilaksanakan Sabtu nanti.” Kata Kapolsek.

tsa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…