Minggu, 26 September 2010 13:28 WIB News Share :

Satu keluarga luka bakar akibat gas elpiji bocor

Malang–Untuk kesekian kalinya gas elpiji 3 kilogram bocor mengakibatkan korban luka bakar. Kali ini menimpa keluarga Wigyo 44, warga Jalan Johan Gang II RT1/RW8, Kelurahan Tangjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Wigyo bersama istrinya Istiningsih ,41, dan putranya Ricky ,17, mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Perisitwa itu bermula saat Wigyo membeli tabung gas elpiji 3 kilogram di toko tak jauh dari rumahnya, Sabtu (25/9), sekitar pukul 20.00 WIB. Ketika regulator dipasang pada mulut atas tabung, tercium bau gas bocor. Wigyo kemudian meminta Ricky putranya memberikan kabar bocornya tabung ke toko tersebut.

Diduga kebocoran gas telah menyebar dengan cepat ke seluruh ruangan, dengan mudah tersulut lampu bolam yang saat itu dalam kondisi menyala.

Wigyo yang saat itu bersama istrinya di ruang dapur langsung tersulut api. Istingnisih mengalami luka bakar di tangan dan wajah, sedangkan, Wigyo juga mengalami luka bakar sekujur tubuhnya. Bahkan, Ricky yang masuk ke dalam rumah untuk membawa tabung kembali ke toko ikut terbakar.

“Anak korban maunya membawa tabung ke toko, karena masuk ke dalam ruangan ikut juga tersulut api. Kebocoran gas diduga akibat per berfungsi untuk menyalurkan gas melalui regulator bocor dan tersulut bolam lampu,” terang Kapolsekta Sukun, AKP Badriyah dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (26/9).

Dalam olah tempat kejadian perkara, Badriyah mengaku pihaknya juga melibatkan petugas dari pertamina. Dan diketahui kondisi tabung masih baik. Hanya saja per berada di bagian atas, biasa untuk menancapkan regulator kendur. “Itulah yang menyebabkan gas bocor,” ujarnya.

Sementara itu, ketiga korban sendiri masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit dr Saiful Anwar Malang.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…