Minggu, 26 September 2010 11:53 WIB News Share :

Penyergapan perampok, Polda Sumbar bantah dibantu Densus

Padang–Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Brigjen Pol Andayono menyangkal penyergapan kepada para pelaku perampokan ATM Bank Nagari, Bukopin dan BNI di Padang, Sumbar, melibatkan Densus 88.

“Siapa yang bilang operasi ini melibatkan Densus 88? Ini murni jajaran Polda Sumbar dan saya langsung yang memimpin operasi,” ujar Andayono melalui sambungan telepon, Minggu (26/9).

Begitu menerima laporan adanya perampokan, Andayono langsung memerintahkan jajarannya untuk memburu. Dia juga ikut serta mengejar, mulai dari Kota Padang, Padang Pariaman, Kabupaten Agam hingga ke lereng Gunung Singgalang. “Saat kontak senjata di Singgalang saya berada di sana bersama anggota saya,” tambahnya.

Saat ini jajaran Polda Sumbar masih memburu dua orang pelaku di sekitar lereng Gunung Singgalang. Polisi juga meminta bantuan masyarakat untuk menangkap dua orang tersebut.

“Saya juga minta kepada masyarakat untuk membantu penyergapan, karena masih ada dua lagi yang diburu di sekitar lereng Gunung Singgalang,”

Tujuh pelaku yang diduga pelaku perampokan berhasil ditangkap oleh Polda Sumbar. Enam di antaranya ditangkap di Gunung Singgalang dan satu pelaku menyerahkan diri di Pariaman. Dari enam pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya tewas setelah baku tembak dengan petugas.

Petugas juga juga mengamankan dua orang yang diduga mengetahui aksi perampokan. Keduanya sempat melihat para pelaku membongkar brankas ATM.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…