Minggu, 26 September 2010 13:00 WIB News Share :

Pemerintah ingin 'duet' dengan Kadin

Jakarta–Pemerintah mengatakan kalau kehadiran Presiden SBY dalam Munas Kadin bukan tanpa tujuan. Pemerintah ingin duet dengan Kadin dalam membangun dunia usaha dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Terpilihnya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2010-2015, Suryo Bambang Sulisto diharapkan dapat mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan dunia usaha. Pemerintah berharap Kadin dapat menjadi mitra.

“Harapan saya, mari kita bangun kemitraan yang lebih kuat, lebih baik, untuk bersama-sama membangun dunia usaha, meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai pemilihan Ketua Umum Kadin Indonesia di JCC, Jakarta, Minggu (26/9).

Hatta berharap, terpilihnya Ketum yang baru, Kadin dapat menjalin kemitraan yang lebih kuat dengan pemerintah. Begitu juga ketika diminta tanggapannya mengenai pernyataan Presiden SBY dalam Pembukaan Munas Kadin.

Menurut Hatta, kedatangan Presiden SBY dalam Munas Kadin tidak gratis. Hatta menilai hal itu merupakan suatu ungkapan bahwa antara pemerintah dan Kadin merupakan suatu mitra yang tidak terpisahkan untuk membangun perekonomian nasional.

“Itu hanya sebuah ungkapan bahwa sebetulnya Kadin dan pemerintah itu bermitra untuk membangun perekonomian nasional kita. Kemitraan itu tentu saling mengisi,dunia usaha memerlukan pemerintah, pemerintah memerlukan dunia usaha, itu maksudnya. Selalu saja dibangun kemitraan yang kuat,” tandasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…