Minggu, 26 September 2010 00:10 WIB Sukoharjo Share :

9 Bulan mencari anak sulung di Kota Makmur

Suwarno, 40, duduk sambil menggenggam plastik bening berisi foto-foto anak sulungnya, Erlin Setyowati, 17, bersama istrinya Murtini, 37, di pinggir jalan depan sebuah warung sate yang kebetulan tutup.

Mereka duduk ditemani tetangganya Suratno. Mereka sengaja duduk di depan warung di selatan Alun-alun Kabupaten Sragen itu untuk menunggu wartawan yang datang menghampirinya, hanya sekedar ingin diinformasikan tentang nasib putri sulungnya yang tak pulang setelah sembilan bulan bekerja di Sukoharjo.

Mimik wajah pasangan Pasutri itu menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi putrinya yang tak ada kabar selama sembilan bulan. Senyum Pasutri asal Dukuh Pokoh RT 25, Desa Tunggul, Gondang, Sragen sedikit mengembang ketika dua orang wartawan datang mengulurkan salam jabat tangan.

Mereka mulai membuka pembicaraan seraya menunjukan foto anaknya yang menghilang sejak awal Januari 2010.

“Semula anak kami bekerja di rumah makan dan salon di Jl Ciu Grogol, Sukoharjo setelah lulus SMP. Biasanya beberapa pekan pulang ke rumah, sekedar menengok kami dan adiknya yang berusia belum genap satu tahun. Erlin pulang kali terakhir pada Desember 2009 lalu. Awal Januari kembali pamit ikut bekerja Yatmi, 37, yang kebetulan tetangga dekat,” kisah Suwarno singkat memulai pembicaraan dengan wartawan, Sabtu (25/9) siang.

Yatmi biasa bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Grogol, Sukorhajo. Dia bermaksud mencarikan pekerjaan bagi anak pasangan Suwarno-Murtini di Kota Makmur. Niat baik Yatmi disambut hangat Suwarno. Dengan uang saku Rp 20.000, Suwarno melepas anaknya ikut mengadu nasib bersama Yatmi.

Beberapa bulan berlalu. Yatmi kembali ke kampung halamannya. Suwarno dan Murtini sempat heran, mengapa kepulangan Yatmi tidak bersama anaknya. “Saya langsung bertanya kepada Yatmi tentang kabar Erlin. Dari pengakuan Yatmi, ternyata Erlin ikut bekerja dengan Dewi mengasuh anak di Bugel, Sukoharjo. Saking ingin bertemu dengannya, saya mencari Erlin ke alamat yang diberikan Yatmi,” ujarnya.

Bersama Suratno, orangtua Erlin mencoba mencari alamat Dewi di Bugel, Sukoharjo. Mereka pun menemukan alamat yang dimaksud. Namun sayang, mereka hanya bertemu dengan orangtua Dewi, yakni Tugino yang tidak mengetahui tempat tinggal Dewi. Mereka sampai datang kali ketiga ke rumah itu dengan waktu yang berbeda. Tapi tetap tidak menemukan Erlin.

Murtini sering melamun sejak peristiwa itu. Murtini pernah mengajak suaminya bertanya dengan orang pintar. Gambaran yang diberikan orang pintar menyebut Erlin baik-baik saja mengasuh seorang bayi. Pertanyaan dimanakah gerangan Erlin selalu terniang di pikirannya.

“Banyak teman-teman Erlin yang menanyakan kapan anak itu pulang. Saya hanya bisa terdiam, karena tidak bisa menjawab apa-apa. Apalagi saat tetangga lainnya bertanya di mana Erlin. Saya sampai tidak kuat. Harus kemana lagi harus mencarinya,” ungkap Murtini sembari bermain bunga trembesi yang terjatuh di pinggiran jalan.

Murtini hanya bisa pasrah dengan keadaan. Dia berharap kondisi anaknya baik-baik saja dan tidak terjadi masalah apa-apa yang menimpanya. Bagi dia, Erlin anaknya pendiam. Dia khawatir dengan kebiasaan pendiamnya, justru bisa dimanfaatkan orang lain.

Tri Rahayu

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…