Sabtu, 25 September 2010 10:25 WIB News Share :

Yusril
SBY dapat tekanan politik berhentikan Hendarman

Jakarta–Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra memuji langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah memberhentikan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung melalui Keppres.

Namun Yusril justru menilai langkah presiden yang mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) itu karena mendapat tekanan politik.

“Ada tekanan politik yang kuat pada presiden. Tapi itu langkah yang tepat diambil presiden,” ujar Yusril, Sabtu (25/9).

Yusril menuturkan, SBY memang seharusnya mematuhi MK dengan memberhentikan Hendarman. Suka tidak suka, putusan MK pada 22 September lalu itu harus dijalani oleh semua pihak.

“Putusan MK itu mengikat,” imbuh mantan Menkum HAM ini.

Yusril menyayangkan langkah staf SBY sebelumnya yang dinilainya tidak mau mematuhi putusan MK. Meski demikian, dia tidak akan mempersoalkan hal itu lebih jauh.

“Sebenarnya memang seharusnya itu yang harus dilakukan kemarin pagi. Jangan ditolak oleh Sudi Silalahi dan staf lainnya seperti Denny Indrayana,” kata Yusril.

SBY telah menandatangani Keppres pemberhentian Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung. Terhitung sejak Jumat (24/9) kemarin, Hendarman sudah resmi tidak lagi menjabat jaksa agung.

Jabatan Hendarman digantikan sementara oleh Wakil Jaksa Agung Darmono. SBY pada Oktober mendatang juga dikabarkan akan memilih dan melantik jaksa agung yang baru.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…