Sabtu, 25 September 2010 05:33 WIB Boyolali Share :

Warga keluhkan lalu lintas di depan Pasar Mangu

Boyolali (Espos)–Sejumlah warga mengeluhkan lalu lintas padat di depan Pasar Kebon Agung yang lebih dikenal Pasar Mangu setiap pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB. Disinyalir karena pedagang oprokan, parkir dan lalu lintas di depan pasar kurang mendapat perhatian.

Salah seorang warga Kampung Polo, Kenteng, Nogosari, Slamet, 50, menuturkan lalu lintas di depan Pasar Kebon Agung atau yang lebih dikenal Pasar Mangu ruwet. Kondisi paling parah saat anak sekolah dan orang-orang berangkat bekerja, sekitar pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB.

“Saya berjualan di Pasar setiap hari pukul 24.00 WIB hingga pagi. Setiap pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB, suasana jalan di depan pasar macet dan ruwet. Anak-anak sekolah, mobil pribadi, sepeda motor, angkutan umum dan truk-truk bongkar muat barang di pinggir jalan. Itulah yang menyebabkan jalan macet,” ujar Slamet saat ditemui Espos tengah mengerjakan sawah, Jumat (24/9).

Melihat kondisi itu, Slamet berharap ada petugas maupun dinas terkait yang memperhatikan. Sehingga, setiap pagi, lalu lintas tak ruwet seeperti itu.

“Setidaknya, setiap pagi ada petugas yang mengatur lalu lintas. Saat kondisi jalan betul-betul ruwet. Sehingga, tampak lebih rapi dan lancar,” harapnya.

m88

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…