Sabtu, 25 September 2010 21:26 WIB News Share :

Tiga sekolah Rembang keluarkan siswa terlibat pengeroyokan

Rembang--Tiga sekolah di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menyatakan akan mengeluarkan siswanya, jika terbukti terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan Saefudin, 16, warga Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori.

“Tiga siswa kami tidak masuk sekolah sampai hari ini (25/9). Keterangan yang kami terima dari keluarga siswa tersebut, memang ketiganya terlibat dalam pengeroyokan Sabtu (18/9) lalu,” kata Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rembang, Heri Susetyo, di Rembang, Sabtu.

Namun, menurut dia, sampai dengan hari ini (25/9) pihak sekolah belum menerima surat resmi penetapan tersangka dari pihak Kepolisian Resor Rembang.

Dia menjelaskan, meskipun tindakan pengeroyokan berlangsung di luar jam sekolah, pihaknya tetap berinisiatif memantau kondisi siswanya.

“Kami berencana mendatangi Mapolres Rembang,” katanya.

Dia menyebutkan, berdasarkan peraturan sekolah, jika seorang siswa angka pelanggarannya sudah mencapai 100 poin, maka siswa yang bersangkutan akan dikembalikan ke orang tuanya atau dikeluarkan.

“Sementara jika terbukti melakukan penganiayaan secara bersama-sama sampai korbannya meninggal, tentu skor pelanggarannya sudah melebihi 100 sehingga sekolah berhak mengeluarkan,” ujarnya.

Kepala SMK Walisongo Kaliori, Kartini mengatakan hal senada.  Dia mengaku kaget salah satu siswanya diduga terlibat penganiayaan itu.

“Sebab, siswa tersebut terbilang pendiam dan tidak banyak tingkah. Dengan kejadian ini, kami akan terus pantau perkembangannya,” ucapnya.

Kepala SMA Negeri 1 Sumber, Sutrisno, pun demikian. Pihaknya akan menunggu keputusan resmi dari kepolisian sebelum mengeluarkan siswanya.

“Bagaimana pun, tugas sekolah adalah mendidik. Apabila siswa sudah tidak mengindahkan peraturan sekolah, hak kami untuk mengembalikannya kepada orang tua,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Rembang sudah menetapkan 16 orang tersangka dan seorang pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO) serta tiga orang masih berstatus saksi, menyusul pengeroyokan yang menewaskan Saefudin, 16, remaja Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori, Sabtu dini hari (18/9).

ant/nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…