Sabtu, 25 September 2010 16:07 WIB News Share :

Puting beliung porak porandakan lebih dari 100 rumah di Mataram

Mataram--Angin puting beliung menghantam dan memorakporandakan permukiman penduduk di bagian selatan Kota Mataram, Sabtu (25/9) siang.

Sudah terdata 120 rumah rusak diterjang angin topan itu. Dua orang warga telah dilarikan ke Rumah Sakit Kota Mataram, karena luka berat akibat tertimpa reruntuhan rumah.

Kerusakan terparah terjadi di Lingkungan Kolo Baru, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Di sana, permukiman penduduk di empat RT, seluruhnya terkena terjangan puting beliung. Tempat ini didiami tak kurang dari 800 jiwa.

Pantauan detikcom, kerusakan terutama terjadi di atap rumah. Terlihat sisa atap rumah warga yang beterbangan. Pecahan genting dan kaca berserakan di gang-gang sempit. Sementara rumah warga yang beratap seng dan asbes tersingkap.

Beberapa pohoh ikut tumbang dan menimpa warung milik milik warga hingga roboh dan rata dengan tanah. Nyaris tak terlihat rumah yang masih utuh. Suasana hiruk pikuk. Belum dipastikan, ada tidaknya korban jiwa.

Di masjid Kolo Baru, ada empat warga yang mendapat perawatan dari petugas Puskesmas Jempong Baru. Mereka rata-rata adalah warga lanjut usia, yang tertimpa reruntuhan bangunan. Mereka terluka di kepala, kaki dan pergelangan tangan. Satu warga hanya bisa terbaring tak bergerak, tapi belum dievakuasi ke rumah sakit.

I Gusti Lania, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yang berada di Kolo Baru mengonfirmasi, dua orang telah dievakuasi ke rumah sakit Kota Mataram, tak jauh dari lokasi.

‘’Selebihnya kita masih mendata,’’ kata Lania.

Wakil Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana dan Kapolres Mataram AKBP I Nyoman Sukena telah berada di lokasi kejadian, mengorganiasi bantuan. Tim SAR bersama polisi, Pol PP, dan aparat TNI kini tengah membantu warga menangani puing-puing kerusakan.

Sebuah pompa bensin di jalan lingkar Kota Mataram juga tak luput dari kerusakan. Angin telah membuat atap pompa bensin itu rusak. Satu bagian di depan pompa bensin rubuh sehingga operasinya ditutup. Sebuah bangunan penggilingan padi, di samping pompa bensin, juga rusak.

Puting beliung juga telah menumbangkan tiang listrik di beberapa tempat, sehingga aliran listrik kini terputus.

Penuturan warga, angin puting beliung itu bertiup tak kurang dari lima menit sekitar pukul 14.10 Wita. Hampir seluruh warga tengah berada di dalam rumah, karena pada saat yang bersamaan tengah hujan lebat disertai petir menggelegar.

Warga menuturkan, angin puting beliung datang dari arah timur bertiup ke arah barat, lalu berbelok ke arah selatan.

‘’Bunyinya seperti deru kapal terbang yang sangat besar,’’ terang Kilep Mariani, salah seorang warga.

Warga panik, berteriak, berlari menyelamatkan diri. Rata-rata mereka berlari ke masjid. Terdengar serentak teriakan Allahu Akbar, Astagrifullah, dan berbagai sebutan Asma Allah, dari warga yang sebagian adalah muslim.

Di Desa Karang Bongkot, Lombok Barat, yang berbatasan dengan Kota Mataram, satu rumah milik Sahni, rubuh dan rata dengan tanah. Beruntung Sahni yang tengah berada di dapur, bisa menyelamatkan diri.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…