Sabtu, 25 September 2010 17:29 WIB News Share :

Hendarman tidak dendam kepada Yusril

Jakarta--Hendarman Supandji sudah ikhlas diberhentikan menjadi Jaksa Agung. Hendarman tidak dendam kepada eks Mensesneg Yusril Ihza Mahendara yang kerap mempersoalkan posisinya.

“Saya tidak dendam. Justru saya ingin mempercepat Keppres pemberhentian saya. Saya ikhlas,” kata Hendarman dalam jumpa pers di di rumah dinas, Jalan Denpasar Raya nomor 12A, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9).

Ia didampingi Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir.

Hendarman memohon maaf kepada masyarakat apabila ada tindakannya tidak berkenan. “Saya berusaha mengingat kebaikan Pak Yusril karena kita berteman,” ujar Hendarman yang mengenakan batik warna hitam ini.

Ada keinginan bertemu Pak Yusril? “Sekarang sih nggak. Tetapi, nanti siapa tahu,” jawab pria berkacamata ini.

SBY telah menandatangani Keppres pemberhentian Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung. Terhitung sejak Jumat 24 September 2010.

Jabatan Hendarman digantikan sementara oleh Wakil Jaksa Agung Darmono. SBY pada Oktober mendatang juga dikabarkan akan memilih dan melantik jaksa agung yang baru.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…