Sabtu, 25 September 2010 17:28 WIB News Share :

Gubernur tak lindungi kepala daerah terlibat korupsi

Pekalongan–Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, menyatakan, tak akan melindungi terhadap sejumlah kepala daerah setempat yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.

“Jika ada kepala daerah yang korupsi tak akan kami lindungi,” katanya saat acara “Bali Ndeso Mbangun Deso Jeep Adventure 2010” di Pekalongan, Sabtu (25/9).

Menurut dia, pejabat kepala daerah akan mempunyai banyak peluang untuk memperkaya diri dengan cara mengalihkan uang bantuan dari negara ke kas pribadinya.

Ia menyebut kekayaan yang diperoleh seorang kepala daerah melalui korupsi atau cara tidak wajar lainnya sebagai tidak membanggakan karena dirinya akan berhadapan dengan hukum.

“Janganlah berbangga dengan dana yang diperoleh tidak wajar karena nantinya akan berhadapan dengan hukum,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu ia mengajak kepala daerah agar senantiasa dapat memajukan pembangunan dan menyejahterakan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Kepala daerah mempunyai tanggung jawab untuk memajukan pembangunan di wilayahnya masing-masing dan janganlah menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia menyerahkan bantuan sebesar Rp 4,6 miliar ke Pemkab Pekalongan untuk pembangunan sarana dan prasarana di daerah setempat.

Bupati Pekalongan, Siti Qomariyah, menuturkan acara “Bali Ndeso Mbangun Deso Jeep Adventure 2010” sebagai ajang memperkenalkan potensi unggulan daerah itu.

Acara “Bali Ndeso Mbangun Deso Jeep Adventure 2010” diikuti oleh 200 peserta antara lain berasal dari Kota Tegal, Semarang, Pemalang, dan Pekalongan.

ant/nad

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…