News
Jumat, 24 September 2010 - 14:08 WIB

Status Gunung Merapi jadi 'waspada'

Redaksi Solopos.com  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Yogyakarta— Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumarti, menyatakan aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan sehingga status yang semula ‘normal’ kini dinaikkan menjadi ‘waspada’.

“Gempa multiphase (gempa permukaan) dan gempa vulkanik terjadi lebih sering dari biasanya, sehingga status Merapi dari normal kita naikkan ke waspada,” kata Sumarti, Jumat (24/9). Status Gunung Merapi sudah dinaikkan sejak, Senin (20/9).

Advertisement

Dalam kondisi normal, kata Sri Sumarti, pusat data mencatat gempa multiphase Gunung Merapi rata-rata lima kali per hari dan gempa vulkanik rata-rata satu kali per hari. Dalam satu minggu terakhir gempa multiphase tercatat rata-rata 38 kali per hari dan gempa vulkanik 11 kali per hari.

“Ada peningkatan gempa multiphase yang cukup tinggi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini. Jika dalam sehari hanya terjadi rata-rata lima gempa vulkanik maka saat ini meninggkat menjadi 11 kali per hari,” paparnya

Meski status Merapi dinaikkan menjadi waspada, belum ada larangan bagi para penambang pasir untuk beraktivitas seperti biasa. Namun, Sumarti meminta para penambang harus mewaspadai kondisi curah hujan yang tinggi, karena sewaktu-waktu dapat timbul banjir lahar dingin.

Advertisement

“Lahar dingin sisa erupsi 2006 masih tergolong banyak sekitar 500 ribu meter kubik. Sehingga jika terguyur hujan deras bisa memenuhi sungai-sungai sekitar dan sangat berbahaya jika terjadi banjir lahar dingin ketika para penambang sedang mangambil pasir,” katanya.

vivanews/rif

Advertisement
Advertisement
Kata Kunci : Gunung Merapi Waspada
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif