Jumat, 24 September 2010 02:15 WIB Klaten Share :

Sepakbola pun bisa dilakukan di sawah

Klaten (Espos)--Jika melihat sepanjang lahan pertanian di Kecamatan Wonosari sebelah barat, sejauh mata memandang akan tampak hamparan lahan persawahan kosong berwarna hijau dan cokelat.

Hijau, karena sawah-sawah itu ditumbuhi rumput lebat yang subur. Cokelat, karena wereng telah menguasai seluruh tanaman padi dan membuatnya kering.

Mayoritas sawah itu dibiarkan begitu saja karena pemiliknya sudah putus asa. Penyebabnya hanya satu, wereng cokelat. Sawah yang diberakan itu akhirnya dimanfaatkan sebagian anak-anak dan remaja untuk bermain sepakbola. Salah satu sawah di wilayah Pengkol, Wedungkates, Wonosari, di pinggir jalan Daleman-Pakis contohnya.

Setiap sore, sekitar pukul 16.30 WIB, sekumpulan remaja bermain sepakbola di tempat itu. Memang bukan di lapangan yang semestinya, namun di sawah kering itu menjadi alternatif lain bagi mereka. Mereka terlihat sangat menikmati permainan. Mistar gawang dari dua bilah bambu yang cukup ditancapkan di sisi selatan dan utara tidak menjadi masalah bagi mereka.

Kopal Wiguna, remaja asal Pengkol, Wadunggetas, Wonosari, Klaten, mengatakan ia bersama teman-temannya memanfaatkan sawah yang berada di Pengkol sebagai lapangan bola itu sejak enam bulan terakhir. Ia mengaku tidak tahu menahu siapa pemiliknya.

“Sudah lama sawah ini dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Dari pada kosong, lebih baik kami gunakan sebagai lapangan. Bahkan saat pertama kami memakainya bermain bola, rumput di sini sangat banyak. Karena sudah sering kami injak-injak jadi sekarang rumputnya pendek-pendek,” cetus remaja berusia 16 tahun itu kepada Espos di sela-sela permainannya, Rabu (22/9).

Ia mengatakan bahwa banyak temannya dari daerah lain juga menggunakan sawah sebagai lapangan sepakbola. Pasalnya, tidak hanya di wilayah Pengkol saja sawah yang dibiarkan mangkrak, melainkan kebanyakan sawah di Wonosari juga dalam keadaan serupa.

“Selain lahannya yang luas, tanah di sawah ini juga sangat keras. Jadi tidak becek kalau hujan,” tukas anak yang masih duduk di kelas IX SMK itu menambahi.

Rudi Hartono

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…