Jumat, 24 September 2010 15:49 WIB News Share :

Polri
Aksi bom teroris di RI telah renggut 298 korban jiwa

Jakarta — Polri membeberkan sejumlah aksi kelompok teroris yang pernah terjadi. Mulai dari bom Natal pada tahun 2000 hingga 17 Juli 2009 yakni pengeboman Hotel JW Marriott. Jumlah korban tewas akibat aksi pelaku teror itu mencapai ratusan korban jiwa.

“Kalau kita coba lihat ke belakang dari semua kejadian, yang meninggal 298 jiwa, dan yang mengalami luka berat, ringan, dan cacat mencapai 838,” kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (24/9).

Dia menjelaskan, antara lain aksi bom di malam Natal pada 2000, bom Bali I pada 12 Oktober 2002, bom Bali II pada 12 Oktober 2005, dan pada 17 Juli 2009 di Hotel JW Marriott, menimbulkan kerugian yang besar, bukan hanya harta benda tetapi juga korban jiwa.

“Yang lebih merugikan kepercayaan dunia internasional dan investasi terganggu,” jelasnya.

Menurut dia aksi kelompok teror ini, nyata-nyata memiliki kaitan dengan jaringan internasional. “Bisa ditelusuri mulai dari Khalid Sheik Muhammad (Al Qaeda), hingga ke Hambali,” tambahnya.

Polri juga membeberkan beberapa pelaku teror yang sudah ditangkap mulai dari Toni Togar terkait bom Natal, Imam Samudera, Amrozi, Ali Imron, Abu Dujan, Sikas, Fajar Taslim, juga Azahari dan Noordin M Top.

dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…