Jumat, 24 September 2010 12:35 WIB Issue Share :

Periksa Poppy Dharsono, polisi harus izin presiden

Jakarta–Mantan peragawati, Poppy Dharsono dilaporkan ke polisi karena dituduh menyadera anak dari adiknya, Dadang. Jika nantinya Poppy diperiksa terkait kasus tersebut, polisi harus minta izin presiden.

“Polisi harus minta izin ke presiden karena saya kan anggota DPD. Saya sudah punya pengacara,” ujar perempuan yang kini terjun ke dunia politik itu saat dihubungi wartawan melalui telepon Jumat (24/9).

Ditegaskan Poppy, dia sama sekali tidak gentar dengan laporan polisi yang telah dibuat Dadang di Polda Metro Jaya. Tuduhan menyandera anak Dadang bernama Gadis pun dibantahnya.

Menurut Poppy, Gadis diserahkan kepadanya oleh Dadang sendiri sejak 13 tahun lalu. Poppy pun membantah jika dia disebut-sebut menghalang-halangi Dadang untuk bertemu anak yang menderita Cerebral Palsy (kelainan kondisi saraf motorik yang mengakibatkan penderitanya mengidap disfungsi fisik dalam pertumbuhannya) itu.

“Mereka itu maunya pinjam Gadis terus dipulangin. Enggak bisa dong, kan Gadis musti terapi,” jelas perempuan yang kini berkiprah di panggung politik itu.

Dituturkan Poppy, Gadis, hanyalah satu dari sekian banyak anak yang diasuhnya. Sejak dulu, ia memang banyak mengurus keponakan-keponakannya.

“Jadi bukan Gadis saja. Sekarang di rumah saya yang saya kuliahkan banyak. Kalau sekolah atau kuliah silahkan,” jelasnya.

Ditambahkan Poppy, Gadis yang kini tengah menjalani terapi bicara dan berjalan, tidak mau ketemu Dadang bukan karena pengaruhnya. “Kemarin saya bilang, Gadis ini ada papa Dadang mau ketemu, dia kejer lho nangis. Dia nggak mau, apalagi dia tahu kalau tantenya dipukulin. Dia denger karena jadi omongan keluarga,” urai perempuan yang juga merancang busana itu.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…