Jumat, 24 September 2010 17:49 WIB Sragen Share :

Mencuri, peziarah Gunung Kemukus diamankan

Sragen (Espos)–Kedatangan warga ke obyek wisata Gunung Kemukus tak selamanya bermaksud ziarah ke makam Pangeran Samodra. Buktinya seorang peziarah di kawasan Objek Wisata Gunung Kemukus, Wardiyanto, 42, harus mendekam dibalik jeruji besi.

Peziarah asal Dukuh Kemiri, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Semarang tepergok mencuri dagangan milik pedagang asongan di kawasan wisata setempat, Jumat (24/9) sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi Wardiyanto ini membuat korban, Sulastri, 50, merugi hingga jutaan rupiah. Peristiwa berawal kala pelaku berpura-pura membeli air mineral kepada korban, begitu usai berziarah. Pelaku menyebut merek air mineral yang tidak ada di box dagangan korban.
Sehingga korban harus mengambil di lain tempat dan meninggalkan barang dagangannya. Saat itulah, pelaku pengambil semua dagangan, memasukkannya ke dalam kardus, dan menjauh dari lokasi. Namun malang, kardus yang dibawa pelaku berlubang, sehingga barang-barang yang diambil berjatuhan.

Melihat tingkat pelaku yang mencurigakan dan barang-barang, seperti rokok dan minuman energi, berjatuhan, orang-orang di sekitar pelaku ramai-ramai mengejar dan berusaha menangkap serta menghakimi pelaku.

Beruntung, dua petugas dari Polsek Sumberlawang, Briptu Sulistyawan dan Bripda Marwanto berada di lokasi, sehingga pelaku terhindar dari amukan masyarakat. “Barang dagangan yang diambil pelaku banyak. Banyak yang tercecer, ada yang bisa dikumpulkan, tapi ada yang hilang. Dari pelaku kami hanya mendapatkan barang bukti yang masih ada di pelaku 12 bungkus rokok,” terang Kapolres Sragen, Ida Bagus Putra Narendra, melalui Kapolsek Sumberlawang, AKP Suhardi, saat ditemui Espos, di Polsek setempat, Jumat (24/9).

Lebih jauh, Kapolsek menjelaskan, Jumat dini hari pihaknya telah mengamankan pelaku. Jajaran Reskrim Polsek Sumberlawang juga telah menghimpun informasi dari pelaku, korban, maupun saksi mata. Sepeda motor milik pelaku, Honda Revo Nopol H 4304 BH, kini juga diamankan. Kapolsek menegaskan, besar kemungkinan kasus pencurian tersebut akan dikembangkan lebih jauh. Pasalnya, saat ditanya pelaku tidak dapat menunjukkan STNK sepeda motor yang dibawa. Selain itu, dalam dompet pelaku polisi menemukan uang tunai ;lebih dari Rp 200.000, sehingga diduga pelaku mencuri bukan atas dasar motif himpitan ekonomi.

Pelaku sendiri, saat ditanya Espos, mengaku datang untuk ziarah. Kedatangan kemarin, merupakan kali kedua, setelah sempat berkunjuang ke Kumukus pada Bulan Puasa lalu.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…