Jumat, 24 September 2010 10:29 WIB Internasional Share :

Ahmadinejad tuding AS dalangi serangan 11 September

New York–Presiden Ira,n Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York, Ahmadinejad mengklaim bahwa mayoritas bangsa AS meyakini pemerintah AS berada di balik serangan teroris 11 September 2001 di AS.

Tak ayal lagi, pernyataan Ahmadinejad itu menimbulkan kekesalan para diplomat AS dan negara-negara Barat lainnya. Delegasi AS dan sejumlah delegasi negara-negara Eropa langsung bangkit meninggalkan ruang sidang.

Dalam pidatonya, Ahmadinejad mencetuskan ada sejumlah teori mengenai apa yang terjadi pada 11 September 2001. Salah satu teori, menurut Ahmadinejad, adalah sebuah kelompok teroris melakukan serangan itu dan pemerintah AS memanfaatkannya untuk melancarkan perang di Timur Tengah.

Teori lainnya, pemerintah AS mendalangi serangan itu untuk menyelamatkan rezim Zionis.

“Kedua: bahwa beberapa segmen dalam pemerintahan AS mengatur serangan itu untuk membalikkan perekonomian Amerika yang menurun dan cengkeramannya pada Timur Tengah guna menyelamatkan rezim Zionis,” ujar Ahmadinejad.

“Mayoritas rakyat Amerika serta sebagian besar negara dan politikus di seluruh dunia setuju dengan pandangan ini,” cetus Ahmadinejad seperti dilansir News.com.au, Jumat (24/9).

Mendengar statemen itu, sontak saja delegasi AS bangkit dari kursi mereka dan langsung pergi meninggalkan ruang sidang. Aksi walkout ini juga diikuti beberapa delegasi negara-negara Eropa.

Dalam pidatonya, Ahmadinejad juga mengusulkan agar PBB melakukan penyelidikan independen atas serangan teroris tersebut. Sehingga di masa mendatang, sah-sah saja untuk mengungkapkan pandangan mengenai peristiwa itu.

Ironisnya, sebelum pidato Ahmadinejad, Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidato yang bernada konsiliasi terhadap Iran. Dalam pidatonya di sidang tahunan PBB itu, Obama mengatakan, negara-negara besar tetap menginginkan dialog dengan Teheran soal program nuklirnya.

Namun hanya beberapa jam kemudian, Ahmadinejad justru membalas pidato Obama itu dengan kata-kata yang menimbulkan kekesalan AS.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…