Kamis, 23 September 2010 18:19 WIB Pendidikan Share :

Uji kapabilitas dan elektabilitas tak dapat dilaksanakan

Solo (Espos)–Usulan uji kapabilitas dan elektabilitas terhadap setiap calon rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan indikator-indikator yang terukur tidak dapat dilaksanakan.

Pasalnya, pemilihan calon rektor di tataran Senat yang akan diajukan ke Mendiknas untuk menjadi rektor UNS periode 2011-2015 bakal menggunakan sistem voting murni. Setiap anggota Senat memiliki satu suara berdasarkan pertimbangannya sendiri.

Penegasan itu disampaikan Rektor UNS yang juga Ketua Senat UNS Prof Dr dr Much Syamsulhadi SpKJ (K) dalam jumpa pers di UNS, Kamis (23/9).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Puskom UNS, Dr Sutanto DEA mengusulkan agar calon rektor UNS diuji kapabilitas dan elektabilitasnya saat pemilihan di tataran Senat, 7 Oktober mendatang.

Syamsul menerangkan anggota Senat adalah orang-orang terpilih yang cerdas dalam memberikan pilihan. Mereka pasti akan memilih calon rektor yang berkualitas.

Beberapa pertimbangan yang digunakan untuk memilih calon rektor adalah prestasi kerja, kepribadian, kompetensi, kepemimpinan, wawasan dan human relationship.

“Jadi kalau ada calon rektor yang selama ini tidak pernah datang ke kampus misalnya, pasti dia tidak akan dipilih,” ujarnya.

ewt

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…