Kamis, 23 September 2010 18:26 WIB Klaten Share :

Terbentur anggaran, 146.000 Anjal belum tersentuh

Klaten (Espos)–Indonesia belum dapat melindungi semua anak jalanan (Anjal) karena masih terbentur anggaran.

Sebanyak 146.000 dari 163.000 anak jalanan di Indonesia belum tersentuh sama sekali oleh program santunan pemerintah. Selain itu, dari 1,7 juta orang lanjut usia (Lansia) di Indonesia, baru 100.000 Lansia yang sanggup disantuninya.

“Angka ini memang cukup besar. Dan meski telah menjadi amanat UUD 1945 untuk dilindungi, namun negara kita masih terbentur anggaran,” kata Menteri Sosial Prof Dr Salim Segaf Al-Jufri dalam kunjungannya ke Sanggar Tempa Lima Benua di Belang Wetan Gritan Klaten Utara, Kamis (23/9).

Persoalan anak-anak jalanan, kata Salim, adalah persoalan serius bangsa. Sebab, dari merekalah nasib dan masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Sehingga, ketika angka anak-anak jalanan yang putus sekolah terus membengkak, maka nasib sebuah bangsa juga akan terancam.

“Anak-anak jalanan bukanlah beban negara. Namun, mereka harus diberi ruang, diberi waktu untuk menumbuhkan potensinya,” katanya.

Sama halnya denga problem Lansia yang angkanya hingga kini masih cukup tinggi. Mengacu pada amanat UUD 1945, maka keberadaan Lansia yang telantar juga mustinya menjadi tangungjawab negara.

“Bayangkan jika Lansia yang telantar itu adalah orangtua kita. Betapa pedihnya perasaan kita,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…