Kamis, 23 September 2010 12:11 WIB News Share :

SBY
Ada 3 penyakit berbahaya di BUMN

Jakarta–Presiden SBY mengungkapkan setidaknya tiga penyakit berbahaya yang masih terdapat di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Masih ada 3 penyakit berbahaya perusahaan BUMN yang perlu diwaspadai. Meski saat ini sudah banyak yang sehat dan yang sakit hanya sedikit,” ujar SBY dalam sambutan Pembukaan Indonesia Bussines-BUMN Expo and Conference (IBBEX) di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9).

Dia menyebutkan, penyakit pertama perusahaan BUMN yakni serakah. “Kebiasan mengambil, merambah semua bisnis tetapi tidak sesuai core bussines atau bisa dikatakan over extended. Jika berdasarkan agama itu namanya serakah, diambil hulu sampai hilirnya,” ungkap SBY.

Menurut SBY keserakahan bisa membuat perusahaan bisa cacat dan kolaps sewaktu-waktu. Dia melanjutkan, penyakit kedua yakni BUMN menjadi sapi perah. “Semua disuruh BUMN yang mengerjakan lalu bagaimana mau hidup. Perusahaan bisa kolaps juga,” katanya.

SBY berharap, kontribusi BUMN di sosialnya dalam fungsi negara hendaknya sebagai PSO (Public Service Obligation) CSR perlu dilakukan. “Itu yang sesuai dengan proporsinya, BUMN tak juga boleh pelit sehingga jangan menggoncangkan bisnisnya,” ungkapnya.

“Poinnya jangan jadi sapi perah!,” imbuh SBY dengan nada tinggi.

Terakhir, sambung SBY yakni kikislah sifat BUMN yang dijadikan ‘bancakan’.

“Kikislah sifat BUMN yang dijadikan bancakan. Semua ingin mendapatkan dukungan pribadi dalam kegiatan BUMN,” jelasnya.

Agar memberikan hasil maksimal, SBY mengharapkan BUMN tidak terjangkit ke-3 penyakit itu. “Jadi bukan hanya tumbuh perusahaan yang mempunyai GCG (good corporate governance), tapi kontributif untuk menolong bangsanya,” tukas SBY.

dtc/try

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…